Space Available Magelang R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Menag Nasaruddin Umar Apresiasi Analogi Bank Syariah dan Tayamum Kiai Ma’ruf Amin

Ekonomi Syariah

"Menag Nasaruddin Umar Puji Analogi Bank Konvensional dan Tayamum Kiai Ma’ruf: “Sangat Dahsyat”"

Menag Nasaruddin Ungkap Analogi Dahsyat Kiai Ma’ruf soal Bank Konvensional dan Syariah
Peluncuran buku "Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026)
Peluncuran buku "Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026)
Sesuaikan Ukuran Baca
585
Space Available Batak R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar mengapresiasi pemikiran ekonomi Islam KH Ma’ruf Amin, khususnya analogi mengenai perbankan konvensional dan perbankan syariah yang dikaitkan dengan hukum tayamum. Menurut Nasaruddin, analogi tersebut merupakan gagasan yang berani dan memiliki daya dorong kuat dalam menjelaskan fikih muamalah.

Apresiasi itu disampaikan Nasaruddin saat menghadiri acara peluncuran buku Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma’ruf Amin di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam.

Nasaruddin menjelaskan, Kiai Ma’ruf pernah menggambarkan penggunaan bank konvensional seperti tayamum. Ketika air telah tersedia, seseorang tidak lagi diperbolehkan bertayamum. Analogi tersebut kemudian dikaitkan dengan keberadaan bank syariah yang saat ini telah tersedia di Indonesia.

“Padahal sekarang sudah ada air, kenapa harus bertayamum lagi?” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.

Menurut Nasaruddin, pemikiran Kiai Ma’ruf menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu pakar ekonomi Islam, terutama dalam bidang fikih muamalah, yang telah mendapat pengakuan luas hingga tingkat global.

“Di Asia Tenggara ini saya kira belum ada yang bisa sekaliber Kiai Ma’ruf berbicara tentang masalah ekonomi Islam,” katanya.

Meski demikian, Nasaruddin menilai perkembangan perbankan syariah di Indonesia masih menghadapi tantangan. Pertumbuhannya dinilai belum optimal karena membutuhkan eksekusi dan harakah atau gerakan nyata yang lebih kuat, termasuk dukungan politik.

KZB ArmyLook R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar berjabat tangan dengan KH Ma'ruf Amin pada acara peluncuran buku "Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026)
Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar berjabat tangan dengan KH Ma'ruf Amin pada acara peluncuran buku "Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026)

Menurut dia, kondisi tersebut membuat perbankan syariah belum mampu berkembang secara maksimal dan bersaing dengan perbankan konvensional.

Karena itu, Nasaruddin mengajak pemerintah dan seluruh elemen umat untuk memperkuat gerakan konkret dalam mendorong implementasi ekonomi syariah di Indonesia. Ia menilai gagasan ekonomi Islam yang selama ini dirintis Kiai Ma’ruf perlu diikuti dengan langkah nyata agar memberikan dampak lebih besar bagi perkembangan ekonomi syariah nasional.

Peluncuran buku karya Hj Siti Haniatunnisa dan H Muhammad Zainal Arifin tersebut turut dihadiri Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen Kemenag RI Prof Kamaruddin Amin, Wakil Ketua Baznas RI KH Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua DPW PKB Jawa Tengah Gus Yusuf, Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis dan KH Marsudi Syuhud, Ketua Kopnus Syariah Abdul Kholid Soleh, Wasekjend MUI Bidang Dakwah KH Arif Fahruddin, serta Wasekjend MUI Bidang Infokomdigi Dr Asrori S Karni.
[PusakoNews.com/red]

Space Available Nusa Tenggara Timur R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Excellent Aromatica R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews