HUT RI Ke-81 R1 PusakoNews.com R7a

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Akhir Sengketa 69 Ribu Gugatan! Kasus Bedak Talc Picu Kanker, Johnson & Johnson Rogoh US$5,5 Miliar

Global

"Johnson & Johnson Sepakati Penyelesaian Gugatan Bedak Talc Senilai US$5,5 Miliar, Akhiri Mayoritas Perkara di Amerika Serikat"

Johnson & Johnson Bayar Rp Setara US$5,5 Miliar untuk Akhiri Ribuan Gugatan Bedak Talc Penyebab Kanker
Bedak Talc Johnson & Johnson
Bedak Talc Johnson & Johnson
Sesuaikan Ukuran Baca
566
Space Available Jogja R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jersey City - Kesepakatan Mencakup Hampir Seluruh Gugatan yang Masih Berjalan di AS

Johnson & Johnson (J&J) mencapai kesepakatan penyelesaian senilai US$5,5 miliar untuk mengakhiri puluhan ribu gugatan hukum yang menuduh produk bedak bayi berbahan dasar talk miliknya menyebabkan kanker ovarium. Langkah ini menjadi salah satu penyelesaian hukum terbesar yang pernah dilakukan perusahaan di tengah sengketa panjang terkait keamanan produk berbasis talk.

Dalam pengumuman yang disampaikan pada Senin, J&J menyatakan bahwa kesepakatan tersebut mencakup sekitar 69.000 perkara yang masih bergulir di pengadilan federal maupun pengadilan negara bagian di Amerika Serikat. Jumlah tersebut mewakili sekitar 99,75 persen dari seluruh gugatan terkait bedak talk yang masih tertunda di negara itu.

Meski telah diumumkan, penyelesaian tersebut baru akan berlaku secara efektif apabila memperoleh persetujuan dari sedikitnya 95 persen penggugat yang terlibat dalam perkara di pengadilan federal maupun negara bagian.

Perdebatan Mengenai Keamanan Bedak Talk

Talk merupakan mineral alami yang selama bertahun-tahun menjadi bahan utama dalam berbagai produk kosmetik serta bedak bayi. Namun, penggunaannya terus menurun dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya perhatian terhadap dugaan keterkaitannya dengan risiko kanker.

Pada 2024, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan bedak berbahan dasar talk sebagai zat yang "kemungkinan bersifat karsinogenik bagi manusia", sehingga memperkuat kekhawatiran publik terhadap penggunaan bahan tersebut.

Meski demikian, Johnson & Johnson tetap menegaskan bahwa hingga kini tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa bedak talk menyebabkan kanker. Perusahaan juga menyatakan konsisten mempertahankan posisi tersebut meskipun telah menghentikan penjualan bedak bayi berbahan dasar talk di Amerika Serikat pada 2020, sebelum akhirnya menghentikan penjualan produk serupa secara global pada 2023.

Rangkaian Gugatan Berawal dari Putusan Tahun 2016

Gelombang gugatan terhadap Johnson & Johnson mulai meningkat setelah putusan juri di Amerika Serikat pada 2016, yang memerintahkan perusahaan membayar US$72 juta kepada keluarga seorang perempuan yang meninggal akibat kanker ovarium dan diduga berkaitan dengan penggunaan bedak talk.

Walaupun putusan tersebut dibatalkan setahun kemudian, perkara serupa terus bermunculan. Sejak saat itu, ribuan penggugat mengajukan klaim baru, sementara sejumlah juri di berbagai wilayah Amerika Serikat memberikan putusan yang memenangkan pihak penggugat.

Lonjakan perkara tersebut menjadikan sengketa bedak talk sebagai salah satu litigasi produk konsumen terbesar yang pernah dihadapi Johnson & Johnson.

KZB ArmyLook R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Bedak Talc Johnson & Johnson (J&J)
Bedak Talc Johnson & Johnson (J&J)

J&J: Penyelesaian untuk Mengakhiri Sengketa Berkepanjangan

Kepala Divisi Litigasi Johnson & Johnson, Erik Haas, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan langkah penting untuk mengakhiri konflik hukum yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Menurutnya, penyelesaian ini memungkinkan perusahaan menutup sengketa yang telah membayangi operasional dan reputasi perusahaan dalam waktu yang lama.

Di sisi lain, tim kuasa hukum yang mewakili para penggugat juga menyambut baik kesepakatan tersebut. Mereka menilai penyelesaian ini menjadi jalan keluar yang layak setelah lebih dari satu dekade perselisihan hukum yang melibatkan ribuan korban dan keluarga mereka.

Perkara di Inggris Masih Berlanjut

Meski mayoritas gugatan di Amerika Serikat telah memasuki tahap penyelesaian, kesepakatan tersebut tidak mencakup perkara yang sedang berlangsung di Inggris Raya.

Saat ini, Inggris tengah menangani gugatan tanggung jawab produk terbesar dalam sejarah negara tersebut yang melibatkan lebih dari 7.000 calon penggugat.

Gugatan yang didaftarkan pada Oktober 2025 itu menuduh Johnson & Johnson mengetahui adanya dugaan risiko kanker akibat penggunaan bedak talk—terutama kanker ovarium dan mesotelioma—namun tetap memasarkan produk tersebut kepada konsumen.

Johnson & Johnson kembali membantah seluruh tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa produknya aman digunakan. Kasus itu kini sedang diproses di Pengadilan Tinggi Inggris, dengan putusan yang diperkirakan akan menjadi salah satu tonggak penting dalam perkara tanggung jawab produk di tingkat internasional.

Sorotan Global terhadap Litigasi Bedak Talk

Kesepakatan senilai US$5,5 miliar ini menandai perkembangan signifikan dalam sengketa hukum yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Meskipun berhasil meredakan hampir seluruh gugatan di Amerika Serikat, Johnson & Johnson masih menghadapi tantangan hukum di sejumlah yurisdiksi lain, terutama di Inggris, sehingga isu mengenai keamanan produk berbahan dasar talk diperkirakan tetap menjadi perhatian global dalam waktu mendatang.
[PusakoNews.com/red]

HUT RI Ke-81 R1 PusakoNews.com R9b

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Excellent Aromatica R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews