Erdogan Buka Peluang Mesir Bergabung dengan Pakta Pertahanan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan

Middle East

"Erdogan Sebut Mesir Bisa Bergabung dengan Pakta Pertahanan Turki-Saudi-Pakistan"

Erdogan membuka peluang Mesir bergabung dengan pakta pertahanan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan yang mengusung prinsip pertahanan bersama.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan duduk bersama Ali Al Dafiri dari Al Jazeera untuk wawancara eksklusif (Al Jazeera)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan duduk bersama Ali Al Dafiri dari Al Jazeera untuk wawancara eksklusif (Al Jazeera)
Sesuaikan Ukuran Baca
591
HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Istanbul - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membuka peluang bagi Mesir untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Bersama Makkah yang saat ini melibatkan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan.

Pernyataan itu disampaikan Erdogan dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera yang diterbitkan pada 15 Agustus 2026. Ia menyebut keikutsertaan Mesir sebagai salah satu opsi dalam perluasan pakta tersebut.


Related News: Arab Saudi, Pakistan, dan Turki Tandatangani Pakta Pertahanan Bersama di Tengah Gejolak Timur Tengah


Erdogan mengatakan perjanjian pertahanan itu terbuka untuk penambahan anggota dan menilai kesepakatan tersebut telah mengirimkan pesan penting kepada dunia.

Pakta yang dikenal sebagai Mecca Joint Defence Agreement atau Pakta Pertahanan Bersama Makkah ditandatangani di Makkah pada 7 Agustus 2026 oleh Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Salah satu ketentuan utama kesepakatan tersebut menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Prinsip tersebut menjadi dasar kerja sama pertahanan kolektif ketiga negara.

Meski prinsip tersebut kerap dibandingkan dengan Pasal 5 NATO mengenai pertahanan kolektif, pejabat Pakistan sebelumnya mengingatkan agar pakta Makkah tidak langsung dipandang sebagai versi baru NATO. Reuters juga melaporkan bahwa kesepakatan tersebut belum menetapkan komitmen militer yang sangat spesifik seperti struktur aliansi militer formal.

KZB ArmyLook R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Presiden Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menandatangani perjanjian pertahanan trilateral di Mekah, Arab Saudi
Presiden Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menandatangani perjanjian pertahanan trilateral di Mekah, Arab Saudi

Kerja sama militer akan diperluas

Selain prinsip pertahanan bersama, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan berencana membangun mekanisme koordinasi politik dan militer tingkat tinggi.

Menurut laporan Reuters yang mengutip Kementerian Pertahanan Turki, kerja sama tersebut mencakup latihan militer bersama di darat, laut, udara, dan ranah siber. Ketiga negara juga membahas kerja sama di bidang sistem nirawak, peperangan elektronik, kecerdasan buatan, serta pengembangan dan produksi industri pertahanan.

Dengan demikian, pembahasan mengenai kemungkinan Mesir masuk ke dalam pakta tersebut bukan hanya menyangkut penambahan satu anggota, tetapi juga berpotensi memperluas cakupan kerja sama pertahanan di kawasan.

Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan bahwa Mesir telah resmi memutuskan bergabung. Pernyataan Erdogan baru menunjukkan bahwa Kairo dipandang sebagai salah satu kandidat yang memungkinkan untuk masuk dalam tahap perluasan berikutnya.

NOLAN N64 ORIGINAL – MADE IN ITALY R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Arab Saudi-Pakistan-Turki Bentuk Aliansi Pertahanan, Iran dan Israel Jadi Sorotan
Arab Saudi-Pakistan-Turki Bentuk Aliansi Pertahanan, Iran dan Israel Jadi Sorotan

Pakta di tengah perubahan keamanan kawasan

Pembentukan pakta tersebut berlangsung ketika negara-negara kawasan menghadapi meningkatnya ketegangan keamanan dan berupaya memperkuat kemampuan pertahanan regional.

Reuters melaporkan bahwa kesepakatan Makkah dipandang sebagai upaya Turki, Arab Saudi, dan Pakistan untuk memperkuat koordinasi keamanan di tengah ketidakpastian geopolitik kawasan. Meski demikian, ketiga negara menekankan bahwa kesepakatan tersebut bersifat defensif dan tidak ditujukan kepada satu negara tertentu.

Bagi Mesir, kemungkinan bergabung akan menjadi perkembangan penting karena Kairo memiliki posisi strategis di kawasan Timur Tengah dan Laut Merah. Namun, keputusan tersebut tetap berada di tangan pemerintah Mesir dan belum dapat dianggap sebagai bagian dari komitmen resmi negara tersebut.

Erdogan sendiri dalam wawancara yang sama juga membahas sejumlah persoalan regional lain, termasuk situasi di Suriah, Gaza, Lebanon, Sudan, serta ketegangan di sekitar Selat Hormuz.

Untuk saat ini, perkembangan yang terkonfirmasi adalah Turki membuka kemungkinan perluasan Pakta Pertahanan Bersama Makkah dan menyebut Mesir sebagai salah satu opsi, bukan bahwa Mesir telah menyatakan bergabung.

𝐒𝐨𝐮𝐫𝐜𝐞 𝐂𝐫𝐞𝐝𝐢𝐭:

  • Al Jazeera — Erdogan says Egypt could join Turkiye-Saudi-Pakistan defence pact
  • Reuters — Turkey lays out plans for defence pact with Pakistan and Saudi Arabia
  • Reuters — Saudi Arabia, Turkey, Pakistan pledge mutual defence

    𝐏𝐡𝐨𝐭𝐨 𝐂𝐫𝐞𝐝𝐢𝐭: Al Jazeera
    𝐀𝐮𝐭𝐡𝐨𝐫:Tim Redaksi PusakoNews.com
Space Available Kediri R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Excellent Aromatica R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews