Ancaman Serangan Israel Bayangi Mandeknya Rencana Pemulihan Gaza

Israel Siapkan Serangan Jika Hamas Tak Menyerah
BoP Mandek! Israel Siap Gempur Gaza Lagi ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
61
605
PusakoNews.com, Jakarta - Rencana pemulihan Jalur Gaza yang digagas Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) menghadapi kebuntuan serius. Pemerintah Israel mengancam akan kembali melancarkan operasi militer skala penuh apabila kelompok Hamas tidak segera melucuti senjata dan mendemiliterisasi wilayah tersebut.

Tahap kedua gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat sejak Januari lalu mencakup pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, serta pembentukan pemerintahan sementara Palestina yang didukung kepolisian lokal dan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). Namun, implementasi rencana 20 poin tersebut belum menunjukkan kemajuan signifikan, terutama terkait mekanisme dan urutan pelucutan senjata.

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyatakan Hamas akan segera menerima ultimatum untuk menyerahkan seluruh persenjataannya. Jika tidak dipatuhi, Israel mengklaim akan memperoleh legitimasi internasional untuk bertindak sendiri. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump belum secara terbuka mengumumkan tenggat resmi dalam pidato kenegaraannya.

Hamas Dipaksa Lucuti Senjata, Israel Ancam Kuasai Gaza Sepenuhnya

Ilustrasi-Israel Palestina
Di sisi lain, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) yang berbasis di Kairo masih menghadapi kendala pendanaan dan pengaturan keamanan untuk memasuki Gaza. Rencana pembentukan ISF berkekuatan 20.000 personel juga belum memiliki mandat final. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, menegaskan pasukannya tidak akan terlibat dalam operasi militer maupun pelucutan senjata.

Pengamat menilai tuntutan pelucutan total tanpa jaminan penarikan pasukan Israel berpotensi menggagalkan proses transisi dan memicu kembali konflik bersenjata. Ketegangan yang meningkat ini memperbesar risiko runtuhnya gencatan senjata dan kembalinya perang terbuka di Gaza dalam waktu dekat.
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait