"Trump Perkenalkan Air Force One Baru Berasal dari Hadiah Qatar, Jadi Solusi Sementara Menunggu Armada Presiden Generasi Berikutnya"
Air Force One Baru Donald Trump Resmi Diperkenalkan, Hadiah Mewah dari Qatar Jadi Sorotan
Pesawat VC-25B Bridge milik Angkatan Udara, difoto di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland
Rangkuman Berita
Trump Perlihatkan Pesawat Kepresidenan Baru, Hadiah Qatar Picu Kontroversi Besar
Hadiah Qatar untuk Trump Jadi Air Force One Baru, Publik AS Heboh
Trump Resmikan Air Force One Baru Senilai Ratusan Juta Dolar, Ini Penampakannya
Sesuaikan Ukuran Baca
619
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Washington - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi memperkenalkan pesawat kepresidenan terbaru yang akan bergabung dalam armada Air Force One. Pesawat berbasis Boeing 747 tersebut merupakan hadiah dari Pemerintah Qatar dan telah menjalani serangkaian modifikasi untuk memenuhi standar keamanan serta kebutuhan operasional presiden Amerika Serikat.
Peluncuran pesawat dilakukan di Joint Base Andrews, Maryland, pada Jumat (19/6) waktu setempat. Kehadiran pesawat baru ini menandai dimulainya masa transisi armada kepresidenan AS setelah salah satu pesawat Air Force One generasi lama yang telah beroperasi sejak 1990 resmi dipensiunkan.
Dalam kesempatan tersebut, Trump meninjau langsung pesawat yang kini berstatus VC-25B dan menyampaikan bahwa pesawat tersebut akan berfungsi sebagai "bridge aircraft" atau pesawat penghubung sementara hingga dua pesawat Air Force One generasi baru yang tengah diproduksi Boeing selesai dan siap beroperasi pada 2027 hingga 2028.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Dilengkapi Teknologi Modern dan Desain Baru
Trump saat meresmikan pesawat hadiah Qatar yang dimodifikasi menjadi Air Force One baru
Pesawat yang sebelumnya dimiliki Qatar itu telah dimodifikasi oleh kontraktor pertahanan L3Harris Technologies. Sejumlah peningkatan dilakukan untuk memenuhi standar transportasi presiden Amerika Serikat, termasuk sistem komunikasi aman, perlindungan keamanan tingkat tinggi, serta berbagai perangkat pendukung misi kepresidenan.
Tampilan luar pesawat juga mengalami perubahan signifikan. Skema warna tradisional Air Force One yang selama puluhan tahun identik dengan nuansa biru muda kini digantikan dengan kombinasi merah, putih, biru tua, dan aksen emas yang menjadi pilihan Trump. Desain tersebut disebut akan menjadi identitas baru bagi armada pesawat kepresidenan dan sejumlah pesawat pemerintah tingkat tinggi lainnya.
Dalam sambutannya, Trump menyebut pesawat tersebut sebagai salah satu pesawat paling mewah yang pernah dibangun. Ia menilai modernisasi armada kepresidenan penting agar Amerika Serikat tetap sejajar dengan negara-negara lain yang telah mengoperasikan pesawat kepala negara dengan teknologi lebih mutakhir.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Hadiah Qatar Picu Perdebatan Politik
Momen peresmian pesawat Air Force One baru oleh Trump di Joint Base Andrews pada Jumat (19/6)
Meski dipromosikan sebagai solusi praktis untuk mempercepat pembaruan armada presiden, penerimaan pesawat senilai sekitar 400 juta dolar AS dari Qatar memicu perdebatan di Washington. Sejumlah kalangan mempertanyakan aspek etika, legalitas, serta potensi pengaruh asing terhadap pemerintahan AS melalui pemberian aset bernilai sangat tinggi tersebut.
Pemerintahan Trump menegaskan bahwa proses penerimaan pesawat telah dilakukan sesuai aturan federal yang berlaku. Pentagon sebelumnya menyatakan bahwa pengalihan pesawat tersebut telah memenuhi ketentuan hukum dan regulasi pemerintah Amerika Serikat.
Di sisi lain, biaya modifikasi pesawat juga menjadi sorotan. Meskipun pesawat diperoleh tanpa biaya pembelian, sejumlah laporan memperkirakan biaya konversi dan peningkatan sistem keamanan mencapai ratusan juta hingga lebih dari satu miliar dolar AS. Dana tersebut digunakan untuk memastikan pesawat mampu menjalankan fungsi sebagai pusat komando udara presiden dengan tingkat keamanan setara Air Force One.
Trump sendiri menolak kritik yang muncul dan menyatakan bahwa menolak pesawat tersebut justru merupakan keputusan yang tidak masuk akal mengingat kebutuhan mendesak untuk memperbarui armada kepresidenan yang telah menua. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Emir Qatar atas dukungan yang diberikan.
Pesawat baru itu dijadwalkan mulai menjalani penerbangan operasional dan pengujian akhir dalam waktu dekat. Selain digunakan untuk berbagai perjalanan kenegaraan, pesawat tersebut juga direncanakan memimpin atraksi terbang dalam peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli mendatang yang sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan 250 tahun berdirinya negara tersebut. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar