HUT RI Ke-81 R1 PusakoNews.com R7b

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Pemerintah Prioritaskan Gas Blok Masela untuk Kebutuhan Nasional, Minimal 60 Persen Dialokasikan ke Domestik

"Pemerintah Kunci 60 Persen Gas Blok Masela untuk Domestik, Ekspor Dibatasi Maksimal 40 Persen"

Gas Blok Masela Diprioritaskan untuk Dalam Negeri, Industri Pupuk dan PLN Jadi Penerima Utama
Ilustrasi: Infrastruktur gas di tengah laut
Ilustrasi: Infrastruktur gas di tengah laut
Sesuaikan Ukuran Baca
598
NOLAN N64 ORIGINAL – MADE IN ITALY R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Kabupaten Kepulauan Tanimbar - Pemerintah menegaskan komitmennya menjadikan gas bumi dari Lapangan Abadi Blok Masela sebagai penopang ketahanan energi nasional. Sedikitnya 60 persen produksi gas dari proyek strategis tersebut akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sedangkan maksimal 40 persen dialokasikan untuk pasar ekspor.

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat melaporkan perkembangan proyek kepada Presiden menjelang peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek LNG Abadi Masela di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7).

Pemerintah mengarahkan pemanfaatan gas domestik untuk mendukung kebutuhan industri nasional, terutama sektor pupuk melalui rencana pembangunan industri hilirisasi PT Pupuk. Selain itu, pasokan gas juga akan dialokasikan kepada PT PLN, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), serta sejumlah pelaku usaha swasta guna memperkuat pasokan energi, meningkatkan nilai tambah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Kementerian ESDM bersama SKK Migas memastikan kebijakan alokasi gas bagi pasar domestik telah menjadi bagian dari Plan of Development (PoD) Lapangan Abadi Blok Masela. Langkah tersebut disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan gas bumi nasional, khususnya bagi sektor industri, pembangkit listrik, dan industri pupuk.

Lapangan Abadi Blok Masela merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berada sekitar 180 kilometer di lepas pantai Pulau Yamdena, Laut Arafura, pada kedalaman laut 400 hingga 800 meter. Wilayah kerja tersebut beroperasi berdasarkan Kontrak Kerja Sama (PSC) yang berlaku sejak 1998 hingga 2055.

Space Available Jogja R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

ESDM
ESDM

Proyek ini ditargetkan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), 150 juta kaki kubik standar gas pipa per hari (MMSCFD), serta 35.000 barel kondensat per hari. Pengembangannya meliputi sistem produksi bawah laut, fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO), jaringan pipa gas sepanjang sekitar 175 kilometer, hingga pembangunan kilang LNG di darat.

Sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi, proyek LNG Abadi Masela juga akan menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk menekan emisi karbon dalam proses produksi.

Dengan skema alokasi yang telah ditetapkan, pemerintah berharap produksi gas Blok Masela mampu memenuhi kebutuhan energi dan bahan baku industri nasional sekaligus tetap memberikan kontribusi terhadap ekspor. Realisasi distribusi gas tersebut akan mengikuti perkembangan pembangunan proyek, kesiapan fasilitas pengolahan, serta tingkat penyerapan oleh pengguna domestik.
[PusakoNews.com/red]

Space Available Lampung R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Nusa Tenggara Barat R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews