Rusia Siap Tampung Uranium Iran, Negosiasi Nuklir dengan AS Masuki Fase Konstruktif

Rusia Siap Amankan Uranium Iran, Negosiasi Nuklir AS Masuk Babak Penentuan!
Ilustrasi-Rusia dan Iran ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
73
592
PusakoNews.com, Moskow - Rusia menyatakan kesiapan menerima uranium hasil pengayaan Iran sebagai bagian dari skema penyelesaian isu nuklir Teheran di tengah berlangsungnya negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan Moskow telah mengajukan inisiatif tersebut dan siap memfasilitasi pemindahan uranium yang diperkaya sebagai langkah meredakan kekhawatiran internasional.

Putaran terbaru dialog tidak langsung antara Iran dan AS yang dimediasi Oman di Jenewa disebut berlangsung lebih serius dan konstruktif. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan kedua pihak telah membahas sejumlah ide, menyepakati beberapa prinsip dasar, dan menargetkan penyusunan dokumen bersama. Sementara itu, Wakil Menlu Hamid Ghanbari menawarkan peluang kerja sama ekonomi luas kepada pemerintahan Presiden Donald Trump, mulai dari sektor energi hingga pembelian pesawat.

Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menolak keras tuntutan penghentian total pengayaan uranium. Ia menegaskan bahwa negosiasi tidak dapat didasarkan pada prinsip “nol pengayaan” yang dinilai bertentangan dengan kepentingan nasional Iran. Washington tetap bersikukuh meminta penghentian penuh pengayaan, pembatasan program rudal, serta penghentian dukungan terhadap kelompok bersenjata di kawasan.

Di tengah dinamika diplomatik, Iran dan Rusia mempererat kerja sama militer melalui latihan angkatan laut bersama di Laut Oman dan Samudra Hindia. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin menghasilkan keputusan strategis yang membuka babak baru hubungan kedua negara. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga menggelar latihan pengamanan Selat Hormuz, jalur vital sekitar 20 persen distribusi energi global.

Perkembangan ini menandai fase krusial dalam upaya mencari titik temu antara kepentingan keamanan internasional dan hak pengembangan energi nuklir Iran, dengan Rusia memainkan peran penting sebagai mediator potensial.
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait