"Jutaan Warga Padati Teheran, Pemakaman Ali Khamenei Jadi yang Terbesar dalam Sejarah Iran"
Pemakaman Ali Khamenei Dibanjiri Jutaan Pelayat, Iran Resmi Masuki Era Kepemimpinan Baru
Upacara perpisahan untuk Ayatollah Ali Khamenei dan anggota keluarganya sebelum jenazahnya dimakamkan di kampung halamannya di Mashhad pada 9 Juli
Sesuaikan Ukuran Baca
644
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Tehran - Iran bersiap menggelar salah satu prosesi pemakaman terbesar dalam sejarah modern negara itu. Jutaan warga diperkirakan memadati Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang tewas bersama sejumlah anggota keluarganya dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, di awal pecahnya perang antara Iran melawan AS-Israel.
Peti jenazah mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan anggota keluarganya dengan warna bendera Iran dan potret mendiang pemimpin revolusi Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini, di atas panggung, saat orang-orang berkumpul untuk upacara perpisahan publik untuk memberikan penghormatan di Mosalla Agung Imam Khomeini, di Teheran
Selain dihadiri jutaan warga Iran, upacara kenegaraan tersebut juga diperkirakan akan dihadiri ribuan tamu dari lebih dari 100 negara sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang memimpin Republik Islam Iran selama hampir empat dekade.
Upacara pemakaman untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang terbunuh secara resmi dimulai pada 4 Juli, menurut laporan televisi pemerintah, sebuah acara yang dihadiri ribuan orang dan dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan kepada musuh-musuh Iran
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Masjid Agung Teheran Menjadi Pusat Duka Nasional
Anggota Garda Revolusi dan ulama berduka di Masjid Agung Imam Khomeini Mosalla
Masjid Agung Imam Khomeini Mosalla di Teheran, yang selama ini menjadi lokasi berbagai pidato penting Ayatollah Ali Khamenei, berubah menjadi pusat penghormatan terakhir bagi mendiang pemimpin tertinggi.
Sejak jenazah disemayamkan, arus pelayat terus berdatangan memenuhi kompleks masjid dan alun-alun di sekitarnya. Ribuan orang terlihat mengantre untuk memberikan penghormatan terakhir.
Suasana haru menyelimuti lokasi. Banyak pelayat menangis, mengangkat foto-foto Khamenei, mengibarkan bendera Iran, serta melantunkan doa-doa bagi pemimpin yang mereka anggap berjasa menjaga Republik Islam Iran.
Di tengah prosesi tersebut, terdengar pula seruan bernada politik berupa slogan "Matilah Amerika" dan "Matilah Israel" yang menggema dari kerumunan massa sebagai bentuk kemarahan atas tewasnya Khamenei dalam serangan militer.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Seruan Balas Dendam Mengemuka
Bagi sebagian masyarakat, pemakaman ini bukan hanya menjadi momentum berkabung, tetapi juga simbol perlawanan nasional terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Di antara para pelayat, muncul tuntutan agar pemerintah Iran memberikan respons tegas terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Ayatollah Ali Khamenei.
Banyak warga menyuarakan keinginan agar Iran membalas serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi beserta anggota keluarganya.
Bagi sebagian masyarakat, pemakaman ini bukan hanya menjadi momentum berkabung, tetapi juga simbol perlawanan nasional terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Momentum Konsolidasi Kepemimpinan Baru Iran
Potret mendiang pendiri revolusi Islam, pemimpin tertinggi Ayatollah Ruhollah Khomeini, terlihat di podium yang digunakan untuk meletakkan peti jenazah pemimpin tertinggi Iran yang terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei, dan anggota keluarganya di Grand Mosalla
Selain menjadi prosesi penghormatan terakhir, pemakaman Ayatollah Ali Khamenei juga dipandang sebagai momen penting bagi konsolidasi politik pemerintahan baru Iran.
Kepemimpinan baru berupaya menunjukkan bahwa struktur pemerintahan tetap berjalan dan negara berada dalam kondisi stabil di tengah situasi perang dan ketidakpastian kawasan.
Melalui prosesi kenegaraan berskala besar tersebut, pemerintah ingin menegaskan keberlanjutan sistem pemerintahan sekaligus memperlihatkan persatuan nasional kepada masyarakat maupun dunia internasional.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Iran Memasuki Babak Politik Baru
Peti jenazah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya di Grand Mosalla di Teheran
Sejumlah analis menilai wafatnya Ayatollah Ali Khamenei menjadi titik balik dalam perjalanan politik Republik Islam Iran.
Konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel disebut mempercepat perubahan arah politik dalam negeri, termasuk munculnya pendekatan yang dinilai lebih konfrontatif terhadap dinamika regional.
Perubahan kepemimpinan ini diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap kebijakan luar negeri maupun strategi keamanan nasional Iran pada masa mendatang.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Jenazah Akan Dimakamkan di Kampung Halaman
Jutaan pelayat menghadiri prosesi pemakan Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei
Prosesi penghormatan terakhir diawali di Grand Mosalla, Teheran, sebelum jenazah Ayatollah Ali Khamenei dan anggota keluarganya diberangkatkan menuju kota kelahirannya, Mashhad.
Pemakaman dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026.
Selama prosesi berlangsung, anggota Garda Revolusi Iran (IRGC), para ulama, pejabat negara, serta masyarakat dari berbagai daerah turut mengikuti rangkaian upacara penghormatan terakhir.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Mojtaba Khamenei Dinilai Akan Mengambil Kebijakan Lebih Tegas
Ayatollah Mojtaba Khamenei, memiliki pendekatan kebijakan luar negeri yang lebih tegas dibandingkan pendahulunya
Peneliti Pusat Studi Strategis Teheran, Ali Akbar Dareini, menilai pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, memiliki pendekatan kebijakan luar negeri yang lebih tegas dibandingkan pendahulunya.
Menurut Dareini, Mojtaba Khamenei merupakan sosok yang berada di balik kebijakan strategis Iran terkait pengendalian Selat Hormuz serta berbagai langkah penting selama masa transisi kepemimpinan.
Ia menyebut pemimpin baru tersebut memiliki pendekatan yang lebih realistis terhadap tantangan geopolitik yang sedang dihadapi Iran.
Meski demikian, Mojtaba Khamenei juga dihadapkan pada persoalan domestik berupa inflasi, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga meningkatnya ketidakpuasan masyarakat.
Sebagai langkah awal pemerintahannya, ia disebut akan memprioritaskan penguatan solidaritas nasional, menjaga integritas wilayah Iran, sekaligus memperkuat upaya pemberantasan korupsi.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Warisan Khamenei Dinilai Membuat Sistem Iran Tetap Kokoh
Para pemimpin tertinggi Iran, 3 Juli 2026
Ali Akbar Dareini juga menilai salah satu pencapaian terbesar Ayatollah Ali Khamenei adalah membangun sistem pemerintahan yang tidak bergantung pada satu figur.
Menurutnya, struktur kelembagaan yang dibangun selama puluhan tahun membuat Iran tetap mampu menjalankan roda pemerintahan meski pemimpin tertinggi dan sejumlah komandan militer senior tewas pada hari pertama perang.
Ia menilai ketahanan institusi negara menjadi faktor utama yang membuat Iran mampu bertahan di tengah tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Berakhirnya Empat Dekade Kepemimpinan Khamenei
Lampu lalu lintas berkedip di dekat gambar besar yang menghormati mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, pada 3 Juli 2026, di Teheran, Iran
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei menandai berakhirnya kepemimpinan yang dimulai sejak 1989, ketika Iran baru saja keluar dari perang panjang melawan Irak.
Selama memimpin, Khamenei mengawasi berbagai institusi strategis negara, mulai dari angkatan bersenjata, lembaga peradilan, media penyiaran nasional hingga berbagai penunjukan pejabat penting.
Di bawah kepemimpinannya, Garda Revolusi Iran berkembang menjadi kekuatan dominan dalam sektor keamanan, politik, serta ekonomi.
Iran juga memperluas program rudal balistik sebagai bagian dari strategi pertahanan menghadapi Amerika Serikat, Israel dan negara-negara pesaing di kawasan.
Sementara itu, program nuklir Iran tetap menjadi isu utama dalam hubungan Teheran dengan negara-negara Barat. Pemerintah Iran terus menegaskan bahwa program tersebut bertujuan damai dan bukan untuk mengembangkan senjata nuklir.
Di sisi lain, strategi memperkuat jaringan sekutu regional turut memperluas pengaruh Iran, namun juga meningkatkan ketegangan dengan Israel, Amerika Serikat serta sejumlah negara Arab di kawasan Teluk.
Bagi sebagian warga Iran, wafatnya Ayatollah Ali Khamenei justru menjadi momentum yang memperkuat persatuan nasional.
Teheran Ditutup Selama Prosesi Pemakaman
Jutaa Warga Diperkirakan Hadir Prosesi Pemakaman
Pemerintah Provinsi Teheran menetapkan penutupan aktivitas di seluruh wilayah provinsi mulai Sabtu hingga Selasa guna mendukung kelancaran rangkaian pemakaman kenegaraan.
Gubernur Teheran Mohammad Sadegh Motamediyan menyatakan kebijakan tersebut diambil untuk memfasilitasi mobilitas jutaan pelayat yang datang dari berbagai daerah.
Sebelumnya, juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani juga mengumumkan hari Selasa sebagai hari libur khusus di Teheran agar masyarakat dapat mengikuti prosesi penghormatan terakhir bagi pemimpin yang gugur.
Jutaan Warga Diperkirakan Hadir
Pihak berwenang memperkirakan jumlah pelayat yang menghadiri pemakaman mencapai lebih dari 10 juta orang.
Sejak sebelum upacara resmi dimulai, ribuan warga telah memadati area sekitar lokasi dan rela menunggu hingga 10 sampai 12 jam demi memperoleh kesempatan memberikan penghormatan terakhir.
Seorang warga bernama Somayye mengaku datang karena kecintaannya kepada sang pemimpin.
"Penantian ini terasa manis sekaligus pahit," ujarnya.
Sementara Fatemeh, seorang mahasiswa, mengatakan masyarakat harus memberikan penghormatan terbaik kepada pemimpin mereka.
Mahdi, mahasiswa lainnya, menyebut waktu tunggu yang panjang bukanlah persoalan.
"Rasanya seperti kami sedang mengantar anggota keluarga sendiri," katanya.
Mengapa Pemakaman Baru Digelar Beberapa Bulan Kemudian?
Penghormatan terakhir rakyat Iran kepada pemimpin tertinggi yang sangat mereka cintai
Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang baru dilaksanakan beberapa bulan setelah wafat memunculkan pertanyaan, mengingat dalam ajaran Islam jenazah pada dasarnya dianjurkan untuk segera dimakamkan.
Pemerintah Iran menjelaskan bahwa penundaan tersebut dilakukan karena situasi perang yang masih berlangsung setelah serangan besar Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.
Demi menjaga kondisi jenazah selama masa penantian, pemerintah melakukan proses pengawetan khusus sehingga penghormatan kenegaraan berskala nasional dapat dilaksanakan ketika situasi keamanan dinilai memungkinkan.
Selain faktor keamanan, pemerintah juga memerlukan waktu untuk mempersiapkan rangkaian upacara yang melibatkan jutaan pelayat, tamu asing, pejabat tinggi negara, serta berbagai institusi pemerintahan dan militer.
Dalam perspektif fikih Islam, penyelenggaraan jenazah memang dianjurkan untuk disegerakan. Namun para ulama juga memberikan ruang pengecualian apabila terdapat kondisi darurat, seperti perang, ancaman terhadap keselamatan masyarakat, atau adanya maslahat yang lebih besar. Dalam konteks tersebut, penundaan pemakaman dapat dibenarkan sepanjang memiliki alasan yang kuat dan tetap menjaga kehormatan jenazah.
Seorang wanita yang berduka tampak sedih saat ribuan orang berkumpul pada hari upacara perpisahan publik untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Teheran pada hari Sabtu
Para pelayat berkumpul di kompleks keagamaan Grand Mosalla di Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ali Khamenei
Isak tangis tak terbendung dari pelayat yang hadir
Seorang pria Iran memegang plakat saat memberikan penghormatan kepada mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei selama upacara perpisahan menjelang pemakamannya di masjid besar Mosallah di Teheran.
Upacara pemakaman untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang terbunuh secara resmi dimulai pada 4 Juli, menurut laporan televisi pemerintah, sebuah acara yang dihadiri ribuan orang dan dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan kepada musuh-musuh Iran.
[PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar