Ancaman Serangan Terbatas AS ke Iran Mengemuka, Diplomasi Jenewa Jadi Penentu

Teheran Waspada! Trump Buka Opsi Serangan Lebih Besar
Sinyal Perang Menguat, Dua Kapal Induk AS Dekati Iran Ilustrasi©PusakoNews.com
Sesuaikan Ukuran Baca
52
558
PusakoNews.com, Washington - Laporan media Amerika Serikat, The New York Times, menyebut Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas terhadap Iran dalam waktu dekat apabila jalur diplomasi tidak membuahkan hasil.

Serangan yang dimaksud disebut sebagai manuver cepat dan terukur, dengan kemungkinan pelaksanaan melalui operasi udara terkoordinasi yang menyasar target strategis tertentu. Sasaran potensial dilaporkan mencakup markas besar Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), fasilitas nuklir, serta infrastruktur program rudal balistik Iran.

Langkah ini dikabarkan menjadi bagian dari tekanan Washington agar Teheran menghentikan sepenuhnya program pengembangan senjata nuklirnya. Meski demikian, Presiden Trump juga disebut tetap membuka opsi operasi militer yang lebih luas dalam beberapa bulan mendatang jika Iran tidak memenuhi tuntutan tersebut.

Di tengah eskalasi wacana militer, negosiator senior kedua negara dijadwalkan bertemu di Jenewa, Swiss, pada Kamis mendatang dalam perundingan yang disebut sebagai upaya terakhir mencegah konflik terbuka. Pertemuan ini difasilitasi oleh Oman sebagai mediator.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan putaran negosiasi terakhir menunjukkan “tanda-tanda menggembirakan”, seraya menegaskan bahwa Teheran telah menyiapkan langkah antisipatif untuk berbagai kemungkinan. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Oman Badr Al-Busaidi memastikan pembicaraan di Jenewa tetap berjalan dengan dorongan positif untuk mencapai kesepakatan.

Situasi ini menandai fase krusial hubungan AS-Iran, dengan diplomasi dan opsi militer berjalan beriringan dalam dinamika geopolitik yang kian sensitif.
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait