"Gol Dramatis Martinelli Menit 90+5 Antar Brasil Singkirkan Jepang dari Piala Dunia 2026"
Gol Menit Akhir Antar Selecao Melaju
Matheus Cunha dari Brasil menghibur Ao Tanaka dari Jepang di akhir pertandingan babak 32 besar Piala Dunia di Houston
Rangkuman Berita
Comeback Spektakuler Brasil! Martinelli Bungkam Jepang pada Detik-Detik Terakhir
Jepang Menang di Depan Mata, Martinelli Hancurkan Mimpi Samurai Blue pada Menit Akhir
Brasil Selamat dari Kejutan Jepang, Gol Martinelli Pastikan Tiket 16 Besar Piala Dunia
Sesuaikan Ukuran Baca
590
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Houston Stadium [NRG Stadium] - Brasil memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 setelah menundukkan Jepang dengan skor 2-1 dalam laga babak 32 besar yang berlangsung di Houston Stadium. Kemenangan Selecao ditentukan melalui gol dramatis Gabriel Martinelli pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+5, setelah pertandingan berlangsung sengit hingga detik-detik terakhir.
Kaishu Sano merayakan gol yang membuat jepang lebih unggul duluan atas Brasil
Jepang sempat membuka asa dengan unggul lebih dahulu melalui Kaishu Sano pada menit ke-29. Namun Brasil berhasil bangkit lewat sundulan Casemiro pada menit ke-56 sebelum Martinelli memastikan kemenangan pada penghujung laga.
Para penggemar bereaksi terhadap gol pertama Jepang melawan Brasil di acara nonton bareng di Tokyo
Para penggemar Brasil di Sao Paulo bereaksi terhadap gol Jepang
Hasil tersebut membawa tim asuhan Carlo Ancelotti melangkah ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi pemenang pertandingan Pantai Gading melawan Norwegia pada 5 Juli di New York New Jersey Stadium. Sementara itu, langkah Jepang di turnamen harus terhenti pada fase gugur.
Hasil Pertandingan: Brasil 2-1 Jepang
Gol Brasil: Casemiro (56'), Gabriel Martinelli (90+5') Gol Jepang: Kaishu Sano (29')
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Jepang Tampil Percaya Diri, Brasil Bangkit di Babak Kedua
Tomiyasu memblokir bola di garis gawang saat Casemiro menyundul dari jarak sangat dekat, lalu memblokir lagi saat terjadi perebutan bola di depan gawang.
Pertandingan berlangsung sesuai prediksi dengan tempo tinggi sejak awal. Jepang tampil disiplin dan mampu meredam agresivitas Brasil sepanjang babak pertama.
Keunggulan Samurai Blue lahir melalui aksi Kaishu Sano yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Brasil. Sang gelandang bergerak cepat menembus ruang kosong sebelum melepaskan tembakan kaki kanan yang tak mampu diantisipasi penjaga gawang Brasil. Gol tersebut sekaligus menjadi gol perdana Sano bersama tim nasional Jepang.
Memasuki babak kedua, Brasil meningkatkan intensitas serangan. Dukungan mayoritas suporter berbaju kuning di Houston Stadium menjadi suntikan semangat bagi Selecao.
Upaya tersebut membuahkan hasil ketika Casemiro berhasil menyundul bola kiriman Gabriel Magalhaes untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-56.
Beberapa saat kemudian Brasil hampir membalikkan keadaan. Vinicius Junior memperoleh peluang emas, namun penyelamatan gemilang Zion Suzuki dengan ujung jarinya membuat bola hanya membentur tiang gawang.
Tekanan Brasil terus berlanjut hingga masa tambahan waktu. Pada menit ke-90+5, Bruno Guimaraes mengirim umpan matang kepada Gabriel Martinelli yang berhasil menaklukkan Zion Suzuki dan memastikan kemenangan dramatis bagi Brasil.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Brasil Terus Memburu Gelar Juara Dunia Keenam
Michelob Ultra Superior Player of the Match, Casemiro (Brasil)
Kemenangan ini menjaga ambisi Brasil untuk meraih gelar juara dunia keenam sepanjang sejarah.
Gol ke gawang Jepang juga menjadi catatan tersendiri bagi Gabriel Martinelli. Itu merupakan gol kelimanya bersama tim nasional Brasil sekaligus gol ketiga yang ia cetak di Amerika Serikat.
Sementara itu, Casemiro dinobatkan sebagai Michelob Ultra Superior Player of the Match berkat kontribusi besar yang ditunjukkannya sepanjang pertandingan, termasuk mencetak gol penyama kedudukan yang menjadi titik balik kebangkitan Brasil.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Reaksi Seusai Pertandingan
Gabriel Martinelli dari Brasil merayakan gol kedua timnya
Martinelli: Momen yang Sulit Diungkapkan dengan Kata-Kata
Pahlawan kemenangan Brasil, Gabriel Martinelli, mengaku emosinya bercampur usai memastikan kemenangan timnya.
Ia mengatakan kebahagiaan yang dirasakan sangat sulit dijelaskan, terlebih melihat dukungan penuh para suporter serta kehadiran keluarga dan sahabatnya di stadion.
Martinelli juga mengungkapkan bahwa setelah peluang sebelumnya membentur tiang gawang, ia yakin kesempatan berikutnya akan datang. Baginya, yang terpenting bukan posisi bermain, melainkan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi tim.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti
Ancelotti: Brasil Tetap Tenang Menghadapi Lawan yang Sulit
Pelatih Brasil Carlo Ancelotti memuji ketenangan para pemainnya ketika menghadapi tekanan dari Jepang.
Menurutnya, tim tidak kehilangan kesabaran meski sempat tertinggal. Ia menilai Jepang merupakan lawan yang sangat terorganisasi dan bermain dengan intensitas tinggi sehingga memaksa Brasil bekerja keras hingga menit-menit terakhir.
Ancelotti juga mengungkapkan dirinya sebenarnya telah menyiapkan Neymar untuk dimainkan pada babak tambahan waktu apabila Brasil belum mampu mencetak gol kemenangan. Namun perubahan tersebut akhirnya tidak diperlukan karena tim berhasil mencetak gol kedua sebelum rencana itu dijalankan.
Casemiro Soroti Mentalitas Juara Brasil
Casemiro menilai kekuatan terbesar Brasil pada pertandingan tersebut adalah mentalitas yang terus terjaga sepanjang laga.
Ia menegaskan seluruh pemain, termasuk mereka yang masuk dari bangku cadangan seperti Endrick, Gabriel Martinelli, dan Rayan, mampu memberikan dampak positif terhadap permainan tim.
Menurutnya, kedalaman skuad serta semangat kolektif menjadi modal penting Brasil dalam mengejar target meraih trofi Piala Dunia.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu
Moriyasu Bangga Meski Jepang Harus Pulang
Pelatih Jepang Hajime Moriyasu mengaku sangat kecewa karena timnya harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia pada fase gugur.
Meski demikian, ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain dan staf pelatih yang telah bekerja keras sepanjang turnamen. Moriyasu menegaskan kekalahan tersebut akan dijadikan pelajaran berharga agar Jepang dapat tampil lebih kuat pada masa mendatang.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Jepang Tersingkir dengan Kepala Tegak
Matheus Cunha dari Brasil mencoba menghibur Ao Tanaka dari Jepang di akhir pertandingan babak 32 besar Piala Dunia di Houston
Perjuangan Samurai Blue Berakhir Dramatis
Meski gagal melangkah ke babak berikutnya, Jepang meninggalkan Houston dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan sengit kepada salah satu kandidat juara dunia.
Selama hampir 90 menit, Samurai Blue mampu membuat Brasil kesulitan mengembangkan permainan dan bahkan sempat berada di ambang sejarah dengan keunggulan yang bertahan hingga babak kedua.
Namun dua gol Brasil memupus harapan Jepang untuk mencatat kemenangan perdana mereka pada fase gugur Piala Dunia.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Junya Ito berebut bola dengan Gabriel Martinelli dari Brasil
Junya Ito: Perubahan Taktik Brasil Menjadi Pembeda
Gelandang Jepang Junya Ito menilai perubahan strategi yang diterapkan Carlo Ancelotti pada babak kedua menjadi faktor utama kebangkitan Brasil.
Menurut Ito, permainan Jepang berjalan sesuai rencana pada babak pertama. Namun setelah turun minum, Brasil lebih sering mengirim umpan silang ke area pertahanan sehingga tekanan terhadap lini belakang Jepang semakin besar.
Ia menyayangkan perjuangan tim harus berakhir meski seluruh pemain telah memberikan kemampuan terbaik.
Sano dan Suzuki Tak Mampu Menyembunyikan Kekecewaan
Pencetak gol Jepang, Kaishu Sano, mengaku sangat terpukul dengan hasil akhir pertandingan.
Ia merasa Jepang sebenarnya memiliki kemampuan untuk melangkah lebih jauh di turnamen, namun kegagalan mempertahankan keunggulan membuat tim harus menerima kenyataan pahit tersingkir.
Penjaga gawang Zion Suzuki juga menyampaikan kekecewaannya atas gol kemenangan Brasil yang terjadi pada menit-menit terakhir. Meski demikian, ia optimistis pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting bagi Jepang dalam menghadapi Piala Dunia edisi berikutnya.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Proses gol penentu Martinelli
Perkembangan Jepang Mendapat Pengakuan Brasil
Pertandingan di Houston menjadi pertemuan kedua Jepang melawan Brasil di ajang Piala Dunia, tepat dua dekade setelah kekalahan 1-4 pada edisi 2006 di Jerman.
Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, kali ini Jepang mampu memberikan perlawanan hingga detik terakhir pertandingan. Perkembangan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari kubu Brasil.
Penyerang Brasil Matheus Cunha mengakui Jepang datang dengan rencana permainan yang jelas dan berhasil membuat timnya menghadapi pertandingan yang sangat sulit.
Langkah Terhenti, Masa Depan Tetap Menjanjikan
Kegagalan mencapai perempat final memang kembali memperpanjang penantian Jepang di panggung Piala Dunia. Namun performa yang ditunjukkan saat menghadapi Brasil menjadi bukti nyata bahwa kualitas Samurai Blue terus berkembang.
Pemain Brasil merayakannya
Meski harus pulang lebih awal, perjuangan mereka melawan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia menjadi modal berharga untuk membangun tim yang lebih kompetitif dalam empat tahun mendatang. Perjalanan menuju Piala Dunia berikutnya pun resmi dimulai dengan membawa pengalaman dan pelajaran dari laga dramatis di Houston. [PusakoNews.com/red]
Para pemain Brasil merayakan kemenangan bersama para penggemar mereka
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar