"Spanyol Juara Piala Dunia 2026! Gol Ferran Torres Hancurkan Mimpi Lionel Messi"
Drama 106 Menit! Ferran Torres Antar Spanyol Taklukkan Argentina di Final Piala Dunia 2026
Torres Antar Spanyol Taklukkan Argentina, La Roja Juara Piala Dunia FIFA 2026
Sesuaikan Ukuran Baca
811
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, New York New Jersey Stadium [MetLife Stadium] - Tim Nasional Spanyol kembali menorehkan sejarah dengan merebut gelar juara Piala Dunia FIFA 2026 usai menaklukkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu dalam partai final yang berlangsung di Stadion New York-New Jersey, Minggu waktu setempat. Gol semata wayang Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan La Roja meraih gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah mereka sekaligus menggagalkan ambisi Argentina mempertahankan trofi.
Pertemuan dua raksasa sepak bola dunia tersebut menyuguhkan duel berkualitas tinggi. Final mempertemukan juara Eropa melawan juara Amerika Selatan, dua tim yang sama-sama menempati posisi teratas dalam peringkat FIFA dan melaju ke partai puncak tanpa tersentuh kekalahan.
Suasana stadion sebelum pertandingan
Rodri dan Messi memimpin tim mereka masing-masing
Lionel Messi - Lamine Yamal
Lionel Messi dari Argentina beraksi
Messi terjatuh setelah mendapat tantangan dari Alex Baena dari Spanyol
Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino menghadiri final Piala Dunia sepak bola 2026 antara Spanyol dan Argentina di East Rutherford, New Jersey pada 19 Juli 2026
Enzo Fernandez dan Marc Cucurella berebut bola
Lisandro Martinez dari Argentina menjegal Oyarzabal
Mantan pemain sepak bola Brasil Ronaldinho dan Ronaldo bersama Madonna saat pertunjukan jeda pertandingan
Penyanyi Kanada Justin Bieber tampil saat jeda pertandingan final Piala Dunia sepak bola
Shakira tampil saat pertunjukan paruh waktu
Messi masuk lapangan pada babak kedua
Dani Olmo tergeletak di lapangan setelah didorong jatuh oleh pemain Argentina, Leandro Paredes
Kiper Argentina Emiliano Martinez beraksi saat Ferran Torres dari Spanyol menyundul bola ke gawang
Tampilan umum layar besar menampilkan jumlah penonton pada pertandingan final Piala Dunia
Torres menyesali kesempatan yang terlewatkan
Pelanggaran keras yang dilakukan Enzo Fernandez terhadap Pau Cubarsi menerima kartu kuning kedua, kartu merah
Nico Williams dari Spanyol memasukkan bola ke gawang, tetapi gol tersebut kemudian dianulir oleh VAR
Torres merayakan gol pertama timnya
Torres, kanan, merayakan bersama Williams dan rekan satu tim lainnya
Lionel Messi dari Argentina tampak kecewa saat Ferran Torres dari Spanyol dan rekan-rekan setimnya merayakan kemenangan Piala Dunia
Penyerang Spanyol Lamine Yamal merayakan kemenangannya setelah memenangkan final Piala Dunia 2026 melawan Argentina di Stadion New York New Jersey di East Rutherford pada 19 Juli 2026
Leandro Paredes dari Argentina berbenturan dengan Gavi dari Spanyol
Trump melambaikan tangan di samping Presiden FIFA Gianni Infantino
Lamine Yamal dengan Saudaria Laki-Lakinya
Lamine Yamal-Lionel Messi
Rodri adalah Pemain Terbaik Piala Dunia. Rodri adalah sosok kunci di lini tengah saat Spanyol memenangkan Piala Dunia kedua mereka
Messi tak bisa menutupi rasa kecewanya setelah pertandingan
Messi bersama Presiden FIFA Gianni Infantino
Messi bersama Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino
Lionel Messi melirik Thropy Piala Dunia yang gagal diraihnya
Lionel Messi dari Argentina menangis setelah kalah dari Spanyol di final Piala Dunia
Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan Tropi Piala Dunia ke Kapten Spanyol, Rodri
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Yamal dihadang oleh Tagliafico
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol tampil dominan dengan penguasaan bola yang solid serta tekanan konstan ke lini pertahanan Argentina. Peluang pertama hadir pada menit kelima ketika Dani Olmo mengirim umpan kepada Lamine Yamal di sisi kanan kotak penalti. Namun, sepakan rendah pemain muda tersebut masih mampu dimentahkan kiper Emiliano Martinez.
Meski mengendalikan jalannya pertandingan, Spanyol menghadapi organisasi pertahanan Argentina yang disiplin dan sulit ditembus. Sejumlah peluang melalui Mikel Oyarzabal dan Marc Cucurella belum mampu mengubah kedudukan hingga turun minum.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Lionel Messi dari Argentina berupaya memicu serangan
Memasuki babak kedua, dominasi Spanyol terus berlanjut. Sementara itu, Argentina harus menghadapi persoalan serius setelah kehilangan dua bek tengah utamanya akibat cedera. Lisandro Martinez lebih dahulu ditarik keluar menjelang jeda dan digantikan Nicolas Otamendi. Selanjutnya, Cristian Romero juga harus meninggalkan lapangan pada menit ke-70 dan posisinya diisi Facundo Medina.
Perubahan di lini belakang tidak mengurangi tekanan yang terus dilancarkan Spanyol. Lamine Yamal kembali menjadi motor serangan dengan menciptakan peluang emas bagi Ferran Torres pada menit ke-67. Namun, sundulan Torres masih mengarah tepat ke pelukan Emiliano Martinez.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Penampilan gemilang Martinez
Penampilan gemilang Martinez menjadi alasan utama Argentina mampu bertahan sepanjang waktu normal. Kiper berjuluk "Dibu" tersebut menggagalkan berbagai peluang emas, termasuk penyelamatan spektakuler terhadap tendangan bebas Lamine Yamal menjelang berakhirnya 90 menit pertandingan.
Di sisi lain, lini pertahanan Spanyol tampil nyaris sempurna. Tim besutan Luis de la Fuente berhasil membatasi agresivitas lini depan Argentina yang sebelumnya telah mencetak 19 gol sepanjang turnamen. Bahkan, Lionel Messi dan rekan-rekannya gagal melepaskan satu pun percobaan tepat sasaran maupun ancaman berarti sepanjang waktu normal.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Wasit Slovenia Slavko Vincic menunjukkan kartu merah kepada pemain Argentina Enzo Fernandez
Situasi Argentina semakin sulit ketika Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Pau Cubarsi pada penghujung waktu normal, memaksa juara bertahan bermain dengan 10 pemain hingga babak tambahan.
Babak perpanjangan waktu tetap didominasi Spanyol. Nico Williams sempat memperoleh peluang melalui sundulan yang kembali digagalkan Martinez. Mikel Merino juga nyaris membuka keunggulan, sementara dua gol Spanyol sempat dianulir sebelum akhirnya momen penentu hadir pada menit ke-106.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Torres merayakan gol pertama timnya sekaligus penentu kemenangan Spanyol atas Argentina
Berawal dari umpan silang Pedro Porro ke tiang jauh, Nico Williams berhasil memenangkan duel udara dan mengarahkan bola ke tengah kotak penalti. Ferran Torres yang berdiri tanpa kawalan langsung menyambar bola dengan sepakan keras ke sudut atas gawang yang tak mampu dijangkau Martinez.
Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan sekaligus memastikan kemenangan 1-0 bagi Spanyol. Hingga peluit panjang dibunyikan, Argentina tidak mampu membalas sehingga La Roja resmi kembali ke puncak sepak bola dunia setelah penantian panjang sejak keberhasilan mereka menjuarai Piala Dunia 2010.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Kiper Spanyol Unai Simon menerima Penghargaan Sarung Tangan Emas
Kemenangan ini semakin istimewa karena Spanyol mencatatkan rekor baru dengan menjadi tim pertama yang mampu menjuarai Piala Dunia hanya dengan kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Sejumlah catatan bersejarah juga tercipta dalam final tersebut. Lamine Yamal dan Pau Cubarsi yang sama-sama berusia 19 tahun menjadi remaja keempat dan kelima yang tampil di final Piala Dunia sekaligus mengikuti jejak Pelé, Giuseppe Bergomi, dan Kylian Mbappé sebagai pemain remaja yang mengangkat trofi juara dunia.
Pelatih Luis de la Fuente juga mencatat sejarah sebagai pelatih tertua yang berhasil menjuarai Piala Dunia. Pada usia 65 tahun 28 hari, ia melampaui rekor Vicente del Bosque yang membawa Spanyol menjadi juara dunia pada 2010.
Pemain Terbaik Pertandingan Michelob Ultra Superior, Ferran Torres (Spanyol)
Di kubu Argentina, Lionel Messi turut mengukir sejarah sebagai pemain lapangan tertua yang tampil di final Piala Dunia pada usia 39 tahun 25 hari, memecahkan rekor Gunnar Gren. Messi juga menjadi pemain kedua setelah Cafu yang berhasil tampil dalam tiga final Piala Dunia, yakni edisi 2014, 2022, dan 2026.
Atas kontribusi penentu kemenangan tersebut, Ferran Torres dinobatkan sebagai Michelob Ultra Superior Player of the Match atau Pemain Terbaik Pertandingan.
Pelatih Luis de la Fuente juga mencatat sejarah sebagai pelatih tertua yang berhasil menjuarai Piala Dunia. Pada usia 65 tahun 28 hari, ia melampaui rekor Vicente del Bosque yang membawa Spanyol menjadi juara dunia pada 2010.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengaku bangga atas pencapaian generasi emas sepak bola negaranya yang dinilai telah menunjukkan kualitas, persatuan, dan mental juara sepanjang turnamen.
"Saya sangat bangga dengan generasi pemain ini. Mereka tumbuh dengan semangat yang sama, saling mendukung layaknya sebuah keluarga, dan memiliki bakat luar biasa. Merupakan kehormatan bagi saya bisa mendampingi mereka dalam perjalanan ini. Kami telah memenangkan segalanya dan pencapaian ini menjadi kebanggaan besar bagi Spanyol. Saya sebenarnya merasa pertandingan seharusnya dapat kami selesaikan lebih cepat, tetapi sejumlah penyelamatan luar biasa Emiliano Martinez membuat kami harus bekerja lebih keras. Inilah final Piala Dunia, dan kami tetap harus berjuang hingga akhir, bahkan ketika lawan bermain dengan sepuluh orang," ujar De la Fuente.
Dengan kemenangan tersebut, Spanyol resmi mengukuhkan diri sebagai juara Piala Dunia FIFA 2026 sekaligus mengembalikan La Roja ke singgasana sepak bola dunia melalui penampilan dominan yang dibangun atas disiplin, efektivitas, dan kekuatan kolektif sepanjang turnamen. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar