Fifa World Cup 2026 R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Presiden Prabowo Hadiri PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Tegaskan Swasembada Pangan dan Energi Menuju Kemandirian Bangsa

Nasional

"Prabowo di PENAS 2026: Petani dan Nelayan Adalah Tulang Punggung Republik Indonesia"

Hadiri PENAS XVII di Gorontalo, Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan Sudah Jadi Kenyataan
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu, 24 Juni 2026.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu, 24 Juni 2026.

Rangkuman Berita

  • Di Hadapan 50 Ribu Peserta PENAS, Prabowo Ungkap Capaian Besar Indonesia
  • Prabowo: Produksi Beras dan Jagung Indonesia Tertinggi Sepanjang Sejarah
  • Prabowo Beberkan Target Swasembada Energi, B50 Diluncurkan Juli 2026
Sesuaikan Ukuran Baca
523
Space Available Palu R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Kabupaten Gorontalo - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (24/6). Kegiatan nasional bertema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional” tersebut dihadiri sekitar 50 ribu peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri atas petani, nelayan, pemerintah daerah, organisasi profesi, pelaku usaha pertanian, hingga pemangku kepentingan sektor pangan.


Presiden Prabowo Hadiri PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Tegaskan Swasembada Pangan dan Energi Menuju Kemandirian BangsaPresiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu, 24 Juni 2026.


Kedatangan Presiden Prabowo disambut antusias ribuan peserta yang memadati lokasi acara. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara mengenakan Upiya Karanji, penutup kepala khas Gorontalo yang menjadi simbol identitas budaya masyarakat setempat.


Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), dilanjutkan pertunjukan tarian kolosal argomaritim yang dibawakan siswa-siswi SMA dan SMK se-Gorontalo. Acara kemudian berlanjut dengan pembacaan doa, laporan Ketua Umum KTNA Nasional Muhammad Yadi Sofyan Noor, serta laporan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.


Presiden Prabowo Hadiri PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Tegaskan Swasembada Pangan dan Energi Menuju Kemandirian BangsaPresiden Prabowo Subianto menyapa para petani dan nelayan yang menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu, 24 Juni 2026


Dalam laporannya, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa PENAS XVII diikuti peserta dari 38 provinsi dan lebih dari 400 kabupaten/kota yang mewakili kekuatan besar sektor pertanian dan perikanan nasional.

“Kami laporkan Bapak Presiden, yang hadir 38 provinsi seluruh Indonesia dan 400-an kabupaten se-Indonesia yang hadir pada hari ini mewakili petani 162 juta dengan keluarganya, nelayan 14 juta. Kami bersama Menteri KKP, totalnya 178 juta seluruh Indonesia,” ujar Mentan Amran.

HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Kemerdekaan Harus Bermuara pada Kesejahteraan Rakyat

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026.
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kesempatan untuk hadir di tengah para petani dan nelayan Indonesia. Menurut Presiden, forum tersebut memiliki makna khusus karena keterikatannya yang panjang dengan sektor pertanian dan masyarakat desa.

Presiden menegaskan bahwa tujuan utama kemerdekaan Indonesia bukan sekadar terbebas dari penjajahan, melainkan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

“Yang penting, apakah kita sudah berbuat yang terbaik untuk bangsa, rakyat, dan saudara-saudara kita. Saya kira itu yang terpenting,” kata Presiden.

Kepala Negara mengungkapkan bahwa selama puluhan tahun dirinya meyakini pembangunan ekonomi harus berpihak kepada rakyat. Saat menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Presiden mengaku telah mengkritisi pendekatan ekonomi yang terlalu mengandalkan mekanisme pasar tanpa memperhatikan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Presiden, negara harus memastikan setiap warga memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan kehidupan yang layak.

“Itu tujuan kita merdeka. Kita bukan merdeka hanya sekadar untuk merdeka. Untuk apa kita punya DPR, DPD, dan menyanyikan lagu kebangsaan jika rakyat belum sejahtera,” tegasnya.

Space Available R5 Grafiti

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Petani dan Nelayan Adalah Tulang Punggung Republik

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta area Gelar Teknologi di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu, 24 J
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta area Gelar Teknologi di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu, 24 J

Presiden Prabowo juga memberikan penghormatan tinggi kepada petani dan nelayan yang dinilainya memiliki peran strategis sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.

Kepala Negara mengingatkan bahwa pada masa awal berdirinya Republik Indonesia, para petani dan nelayan menjadi penopang utama perjuangan bangsa dengan menyediakan kebutuhan pangan bagi para pejuang.

“Petani dan nelayan adalah penghasil makanan, penghasil pangan. Tidak ada negara yang bisa berdiri, tidak ada negara yang bisa bertahan, bahkan tidak ada peradaban yang bisa bertahan tanpa pangan,” ujar Presiden.

Presiden turut mengenang pengalamannya saat bertugas sebagai prajurit muda di berbagai wilayah pedesaan Indonesia. Menurutnya, dukungan masyarakat desa, meskipun hidup dalam keterbatasan, menjadi kekuatan besar bagi prajurit dalam menjalankan tugas negara.

Atas dasar pengalaman tersebut, Presiden meminta seluruh pemimpin bangsa dan generasi penerus untuk tidak melupakan jasa petani dan nelayan yang selama ini menjadi fondasi ketahanan nasional.

Space Available Gorontalo R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Swasembada Pangan Jadi Capaian Strategis Nasional

Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers kepada awak media usai acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers kepada awak media usai acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas capaian swasembada pangan yang berhasil diraih Indonesia dalam satu tahun delapan bulan terakhir.

Menurut Presiden, produksi beras dan jagung nasional saat ini mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras petani, nelayan, kementerian terkait, serta dukungan berbagai pihak termasuk TNI dan Polri.

“Telah banyak yang paling besar kita capai, dan saya merasa bersyukur adalah kita swasembada pangan. Produksi beras dan jagung kita tertinggi sepanjang negara kita berdiri,” ungkap Presiden.

Keberhasilan sektor pangan nasional, lanjut Presiden, bahkan mulai mendapat perhatian dunia. Indonesia kini memiliki surplus sejumlah komoditas strategis, termasuk pupuk, sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan negara lain.

Presiden mengungkapkan bahwa sejumlah negara telah meminta pasokan pupuk, beras, dan jagung dari Indonesia.

“Alhamdulillah kita sekarang sudah mulai ekspor. Negara-negara lain banyak meminta pupuk, beras, dan jagung dari kita,” ujarnya.

Space Available Banten R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Target Swasembada Energi Melalui Peluncuran B50

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta area Gelar Teknologi di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu, 24 J
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta area Gelar Teknologi di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu, 24 J

Selain pangan, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada energi sebagai bagian dari strategi besar kemandirian nasional.

Salah satu langkah konkret yang akan segera dilakukan adalah peluncuran bahan bakar B50 pada Juli 2026. Program tersebut memanfaatkan campuran 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar.

“Bulan Juli ini kita akan meluncurkan B50. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri. Saya perkirakan tiga sampai empat tahun lagi kita akan swasembada energi,” kata Presiden.

Menurut Kepala Negara, pengalaman krisis global dan pandemi Covid-19 telah membuktikan pentingnya kemandirian dalam sektor pangan dan energi untuk menjaga stabilitas nasional.

ExcellentAromatica R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Tinjau Teknologi Pertanian Modern

Tinjau Teknologi Pertanian Modern

Usai menyampaikan sambutan, Presiden Prabowo meninjau langsung Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta area Gelar Teknologi yang menampilkan berbagai inovasi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, dan teknologi pendukung swasembada pangan.

Presiden mengapresiasi perkembangan teknologi pertanian yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.

“Saya kira banyak inovasi dan teknologi baru yang hasilnya cukup revolusioner. Yang tadinya menghasilkan lima ton gabah, sekarang bisa lebih dari 10 hingga 12 ton. Artinya produktivitas meningkat hingga 100 persen,” ujarnya.

Presiden optimistis Indonesia berada di jalur yang tepat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional bahkan menuju posisi sebagai lumbung pangan dunia. Namun demikian, Presiden menegaskan bahwa keberhasilan tersebut harus dibangun melalui sistem yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan petani.

Kepala Negara juga menekankan pentingnya intensifikasi, ekstensifikasi, dan hilirisasi pertanian agar Indonesia mampu menghasilkan beragam komoditas strategis seperti beras, jagung, gula, kedelai, sorgum, sagu, dan singkong dengan kualitas terbaik.

KZB ArmyLook R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Apresiasi dan Harapan Petani

Para petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu, 24 Juni 2026
Para petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu, 24 Juni 2026

Kehadiran Presiden Prabowo mendapat sambutan positif dari para peserta PENAS XVII. Timotius, petani asal Papua Barat Daya, mengaku bangga dapat bertemu langsung dengan Presiden setelah selama ini hanya melihat melalui media.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kebijakan pupuk subsidi yang dinilai semakin membantu petani dalam menjalankan usaha tani.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden karena pupuk subsidi sekarang lebih terjangkau sehingga kami bisa lebih lancar bertani,” ujarnya.

Timotius menambahkan bahwa masyarakat petani di daerahnya telah merasakan manfaat berbagai bantuan pemerintah, termasuk dukungan untuk pengembangan komoditas jagung dan padi serta rencana pencetakan 250 hektare lahan sawah baru.

Sementara itu, Yasin, petani asal Desa Padengo, Kabupaten Gorontalo, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian serta mendoakan Presiden agar senantiasa diberikan kesehatan dalam memimpin bangsa.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Petrus Syattle, menilai PENAS XVII menjadi wadah penting untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, serta mempelajari perkembangan teknologi pertanian dan agribisnis nasional.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi motivasi bagi petani di kawasan timur Indonesia untuk terus berkembang dan meningkatkan kapasitas dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.

Menutup rangkaian kegiatan, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan kepada seluruh petani, nelayan, buruh, ulama, santri, prajurit TNI, anggota Polri, dan aparatur sipil negara yang terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Presiden meyakini bahwa persatuan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat merupakan modal utama untuk mewujudkan Indonesia yang maju, kuat, mandiri, dan sejahtera.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat tani dan nelayan Indonesia. Saudara-saudara adalah produsen pangan dan sesungguhnya merupakan tulang punggung Republik Indonesia,” pungkas Presiden.
[PusakoNews.com/red]

Space Available Lampung R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Wonderful Indonesia R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews