Space Available Bangka Belitung R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Kekalahan Memalukan dari Swedia Berujung Petaka, Lamouchi Dipecat Tunisia!

"Tunisia Pecat Sabri Lamouchi Usai Dibantai Swedia 1-5 di Laga Perdana Piala Dunia 2026"

Baru Satu Laga, Sabri Lamouchi Langsung Dipecat Tunisia dari Piala Dunia 2026
Pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat kalah dari Swedia
Pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat kalah dari Swedia

Rangkuman Berita

  • Drama Piala Dunia 2026: Sabri Lamouchi Jadi Korban Pertama Pemecatan Pelatih
  • Dibantai Swedia 5-1, Tunisia Tak Tunggu Lama untuk Memecat Lamouchi
  • Nasib Tragis Sabri Lamouchi, Dipecat Sehari Setelah Kekalahan Telak di Piala Dunia
Sesuaikan Ukuran Baca
581
Space Available Palu R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Monterrey - Federasi Sepak Bola Tunisia mengambil langkah tegas menyusul hasil buruk yang dialami tim nasional mereka pada pertandingan pembuka Grup F Piala Dunia FIFA 2026. Pelatih kepala Sabri Lamouchi resmi diberhentikan dari jabatannya hanya sehari setelah Tunisia menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia.

Keputusan tersebut diumumkan setelah penampilan mengecewakan Elang Kartago pada laga yang berlangsung di Monterrey, Minggu malam waktu setempat. Kekalahan besar itu menjadi pukulan berat bagi ambisi Tunisia untuk bersaing di fase grup dan sekaligus mengakhiri masa kepelatihan Lamouchi yang baru dimulai pada Januari lalu.

Sebagai langkah darurat, Federasi Sepak Bola Tunisia menunjuk Mondher Kebaier sebagai pelatih sementara. Kebaier bukan sosok asing bagi tim nasional Tunisia karena pernah menangani tim tersebut pada periode 2019 hingga 2022. Sejak tahun lalu, ia menjabat sebagai direktur teknik federasi dan kini dipercaya memimpin tim menghadapi dua laga tersisa di fase grup.

Tugas pertama Kebaier adalah mempersiapkan Tunisia menghadapi Jepang dalam pertandingan kedua Grup F yang juga akan digelar di Monterrey pada Minggu dini hari mendatang. Setelah itu, Tunisia masih harus menghadapi Belanda dalam laga terakhir grup.

Kebaier memiliki pengalaman yang cukup signifikan bersama tim nasional. Di bawah arahannya, Tunisia berhasil mencapai final Piala Arab 2021 sebelum harus mengakui keunggulan Aljazair. Setahun kemudian, langkah mereka terhenti di babak perempat final Piala Afrika.

Sebelum pemecatannya diumumkan, Lamouchi mengakui timnya melakukan terlalu banyak kesalahan yang berujung pada kekalahan memalukan dari Swedia. Ia menilai sejumlah kesalahan mendasar menjadi faktor utama yang membuat Tunisia gagal bersaing sepanjang pertandingan.

“Ini adalah kekalahan yang sangat sulit untuk diterima. Kami merasakan sakit yang besar karena memulai turnamen dengan hasil seperti ini. Kami melakukan terlalu banyak kesalahan,” ujar Lamouchi seusai pertandingan.

Tekanan terhadap pelatih berusia 54 tahun itu sebenarnya telah muncul bahkan sebelum Piala Dunia dimulai. Tunisia sebelumnya juga mengalami kekalahan telak 0-5 dari Belgia dalam laga uji coba terakhir mereka menjelang turnamen.

Selain persoalan performa tim, Lamouchi sempat menjadi sorotan media akibat kehadiran putranya selama pemusatan latihan Tunisia. Ia harus memberikan klarifikasi setelah muncul pertanyaan mengenai status sang putra yang bukan bagian resmi dari skuad maupun staf tim nasional.

KZB ArmyLook R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Resmi! Tunisia Pecat Sabri Lamouchi Usai Dibantai Swedia 5-1 di Piala Dunia 2026
Resmi! Tunisia Pecat Sabri Lamouchi Usai Dibantai Swedia 5-1 di Piala Dunia 2026

Meski menghadapi situasi sulit, Lamouchi sempat menegaskan bahwa timnya masih memiliki harga diri dan kesempatan untuk memperbaiki citra mereka di dua pertandingan berikutnya.

“Kami memiliki kebanggaan. Kami harus bangkit dan memberikan gambaran yang lebih baik tentang kemampuan kami,” katanya.

Tunisia kini berada dalam posisi tertekan setelah hasil pertandingan lain di Grup F memperlihatkan Belanda dan Jepang bermain imbang 2-2 di Dallas. Hasil tersebut membuat persaingan menuju babak gugur masih terbuka, namun Tunisia wajib meraih hasil positif dalam dua laga tersisa untuk menjaga peluang lolos.

Sabri Lamouchi sendiri memiliki perjalanan panjang di dunia sepak bola. Mantan gelandang internasional Prancis yang juga memiliki darah Tunisia itu pernah memperkuat sejumlah klub besar Eropa seperti Auxerre, Monaco, Parma, Inter Milan, dan Marseille selama karier bermainnya.

Karier kepelatihannya dimulai bersama tim nasional Pantai Gading yang ia bawa tampil di Piala Dunia 2014. Saat itu, Pantai Gading mengawali turnamen dengan kemenangan atas Jepang sebelum gagal melangkah ke fase berikutnya setelah kalah dramatis dari Yunani pada pertandingan terakhir grup.

Piala Dunia kembali menghadirkan kekecewaan bagi Lamouchi. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami momen pahit ketika dicoret dari skuad akhir Prancis untuk Piala Dunia 1998 oleh pelatih Aimé Jacquet. Keputusan tersebut membuatnya gagal menjadi bagian dari tim Les Bleus yang kemudian menjuarai dunia untuk pertama kalinya di kandang sendiri.

Space Available Batak R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Kekalahan Memalukan dari Swedia Berujung Petaka, Lamouchi Dipecat Tunisia!

Setelah melatih Pantai Gading, Lamouchi sempat menangani sejumlah klub dan tim di berbagai negara, termasuk Rennes di Prancis, Nottingham Forest di Inggris, Cardiff City, beberapa klub di Qatar, serta klub-klub di Arab Saudi.

Namun, masa baktinya bersama Tunisia berakhir jauh lebih cepat dari yang diperkirakan. Kontrak berdurasi dua setengah tahun yang ditandatanganinya pada Januari 2026 harus terhenti hanya beberapa bulan kemudian setelah hasil buruk pada pertandingan pembuka Piala Dunia memaksa federasi mengambil keputusan drastis demi menyelamatkan peluang tim nasional di turnamen terbesar dunia tersebut.
[PusakoNews.com/red]

Space Available Balikpapan R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Malang R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews