PusakoNews.com, Monterrey - Federasi Sepak Bola Tunisia mengambil langkah tegas menyusul hasil buruk yang dialami tim nasional mereka pada pertandingan pembuka Grup F Piala Dunia FIFA 2026. Pelatih kepala Sabri Lamouchi resmi diberhentikan dari jabatannya hanya sehari setelah Tunisia menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia.
Keputusan tersebut diumumkan setelah penampilan mengecewakan Elang Kartago pada laga yang berlangsung di Monterrey, Minggu malam waktu setempat. Kekalahan besar itu menjadi pukulan berat bagi ambisi Tunisia untuk bersaing di fase grup dan sekaligus mengakhiri masa kepelatihan Lamouchi yang baru dimulai pada Januari lalu.
Sebagai langkah darurat, Federasi Sepak Bola Tunisia menunjuk Mondher Kebaier sebagai pelatih sementara. Kebaier bukan sosok asing bagi tim nasional Tunisia karena pernah menangani tim tersebut pada periode 2019 hingga 2022. Sejak tahun lalu, ia menjabat sebagai direktur teknik federasi dan kini dipercaya memimpin tim menghadapi dua laga tersisa di fase grup.
Tugas pertama Kebaier adalah mempersiapkan Tunisia menghadapi Jepang dalam pertandingan kedua Grup F yang juga akan digelar di Monterrey pada Minggu dini hari mendatang. Setelah itu, Tunisia masih harus menghadapi Belanda dalam laga terakhir grup.
Kebaier memiliki pengalaman yang cukup signifikan bersama tim nasional. Di bawah arahannya, Tunisia berhasil mencapai final Piala Arab 2021 sebelum harus mengakui keunggulan Aljazair. Setahun kemudian, langkah mereka terhenti di babak perempat final Piala Afrika.
Sebelum pemecatannya diumumkan, Lamouchi mengakui timnya melakukan terlalu banyak kesalahan yang berujung pada kekalahan memalukan dari Swedia. Ia menilai sejumlah kesalahan mendasar menjadi faktor utama yang membuat Tunisia gagal bersaing sepanjang pertandingan.
“Ini adalah kekalahan yang sangat sulit untuk diterima. Kami merasakan sakit yang besar karena memulai turnamen dengan hasil seperti ini. Kami melakukan terlalu banyak kesalahan,” ujar Lamouchi seusai pertandingan.
Tekanan terhadap pelatih berusia 54 tahun itu sebenarnya telah muncul bahkan sebelum Piala Dunia dimulai. Tunisia sebelumnya juga mengalami kekalahan telak 0-5 dari Belgia dalam laga uji coba terakhir mereka menjelang turnamen.
Selain persoalan performa tim, Lamouchi sempat menjadi sorotan media akibat kehadiran putranya selama pemusatan latihan Tunisia. Ia harus memberikan klarifikasi setelah muncul pertanyaan mengenai status sang putra yang bukan bagian resmi dari skuad maupun staf tim nasional.
- Drama Piala Dunia 2026: Sabri Lamouchi Jadi Korban Pertama Pemecatan Pelatih
- Dibantai Swedia 5-1, Tunisia Tak Tunggu Lama untuk Memecat Lamouchi
- Nasib Tragis Sabri Lamouchi, Dipecat Sehari Setelah Kekalahan Telak di Piala Dunia










Komentar