Space Available Jayapura R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Iran Soroti Hambatan Politik dan Kebijakan AS Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026

"Iran Kecam Perlakuan AS Jelang Piala Dunia 2026, Taremi: Kegembiraan Turnamen Hilang"

Panas Sebelum Kick-off! Iran Soroti Kebijakan AS yang Dinilai Rusak Semangat Piala Dunia
Mehdi Taremi memberikan konferensi pers di Los Angeles pada hari Minggu, 14 Juni
Mehdi Taremi memberikan konferensi pers di Los Angeles pada hari Minggu, 14 Juni

Rangkuman Berita

  • Jelang Laga Perdana, Iran Kritik Keras AS atas Hambatan Perjalanan di Piala Dunia
  • Bermarkas di Meksiko, Iran Ungkap Tantangan Besar Hadapi Piala Dunia 2026
  • Pelatih Iran Sentil AS: Kebijakan Ini Berdampak Negatif bagi Sepak Bola Dunia
Sesuaikan Ukuran Baca
646
Space Available Batak R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Los Angeles - Tim nasional Iran tiba di Los Angeles untuk memulai perjuangan mereka di ajang Piala Dunia FIFA 2026 di tengah situasi yang tidak biasa. Kedatangan skuad berjuluk Tim Melli ke Amerika Serikat berlangsung hanya beberapa jam sebelum Washington dan Teheran mencapai kesepakatan untuk menandatangani sebuah “perjanjian damai” setelah berbulan-bulan berada dalam konflik bersenjata.

Meski fokus utama tim adalah sepak bola, berbagai isu politik dan kebijakan perjalanan yang mengiringi partisipasi Iran dalam turnamen ini tidak dapat diabaikan. Pelatih kepala Iran, Amir Ghalenoei, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap sejumlah keputusan yang dinilai mempersulit persiapan tim menjelang kompetisi sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Sebelum konferensi pers resmi tim digelar, FIFA dilaporkan telah mengingatkan para jurnalis agar pertanyaan yang diajukan tetap berfokus pada aspek olahraga. Namun, berbagai persoalan di luar lapangan tetap menjadi perhatian utama mengingat kondisi yang dihadapi delegasi Iran sejak memastikan diri tampil di turnamen tersebut.

Ghalenoei mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia oleh Amerika Serikat menghadirkan sejumlah tantangan bagi timnya, termasuk keputusan yang membuat Iran tidak dapat menjadikan wilayah AS sebagai pusat latihan dan markas selama turnamen berlangsung.

Menurutnya, berbagai hambatan tersebut berpotensi mengurangi semangat dan nilai positif yang selama ini identik dengan sepak bola internasional.

“Perilaku seperti ini akan berdampak negatif pada semangat sepak bola. Baik kami menang maupun kalah, situasi ini tetap meninggalkan perasaan yang sulit,” ujar Ghalenoei kepada wartawan.


Related News: FIFA Tolak Permintaan Iran Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko


Senada dengan sang pelatih, penyerang andalan Iran, Mehdi Taremi, menilai suasana menjelang Piala Dunia kali ini berbeda dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Mantan striker Inter Milan itu menyoroti sejumlah persoalan perjalanan yang muncul selama turnamen berlangsung, termasuk kasus penolakan masuk terhadap wasit asal Somalia, Omar Artan.

ExcellentAromatica R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Pelatih kepala Iran, Amir Ghalenoei, kanan, dan penyerang Mehdi Taremi memberikan konferensi pers di Los Angeles pada hari Minggu, 14 Juni
Pelatih kepala Iran, Amir Ghalenoei, kanan, dan penyerang Mehdi Taremi memberikan konferensi pers di Los Angeles pada hari Minggu, 14 Juni

Taremi menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya dialami Iran, melainkan juga berdampak pada pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi.

“Kami tidak merasakan pengalaman indah yang biasanya dikaitkan dengan Piala Dunia, seperti kedamaian dan kegembiraan. Antusiasme yang biasanya muncul menjelang turnamen kali ini terasa berbeda,” kata Taremi.

Ia menambahkan bahwa ketegangan politik dan berbagai kendala administratif telah mengurangi pesan persatuan yang selama ini diusung FIFA melalui penyelenggaraan Piala Dunia.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, performa Tim Melli justru menunjukkan tren positif. Iran menjadi salah satu negara pertama yang mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah tampil dominan di babak kualifikasi zona Asia.

Iran keluar sebagai pemuncak grup dengan catatan impresif, hanya menelan satu kekalahan dan dua hasil imbang dari sepuluh pertandingan yang dijalani. Momentum tersebut berlanjut melalui sejumlah kemenangan dalam laga persahabatan menjelang turnamen.

Namun, partisipasi Iran sempat menjadi tanda tanya setelah meningkatnya konflik militer di kawasan Timur Tengah. Ketegangan memuncak ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang kemudian dibalas Teheran melalui serangan ke wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

Situasi tersebut memicu spekulasi mengenai kemungkinan absennya Iran dari Piala Dunia. Pada Maret lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyatakan keraguannya terhadap kehadiran Tim Melli di wilayah AS dengan alasan keamanan.

Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social, Trump menyebut bahwa Iran diperbolehkan berpartisipasi dalam Piala Dunia, namun mempertanyakan kelayakan kehadiran mereka demi keselamatan para pemain dan ofisial sendiri.

Pemerintah dan otoritas olahraga Iran sebelumnya juga sempat menyampaikan keraguan terkait partisipasi tim nasional mereka dalam turnamen yang sebagian besar digelar di Amerika Serikat.

KZB ArmyLook R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Taremi Angkat Suara, Iran Sebut Piala Dunia 2026 Tak Lagi Penuh Kedamaian
Taremi Angkat Suara, Iran Sebut Piala Dunia 2026 Tak Lagi Penuh Kedamaian

Meski demikian, kesepakatan akhirnya tercapai. Iran tetap ambil bagian dalam Piala Dunia 2026, tetapi menjalani pemusatan latihan dan bermarkas di Meksiko. Tim hanya akan memasuki wilayah Amerika Serikat untuk melakoni pertandingan resmi sebelum kembali ke markas mereka.

Ghalenoei mengonfirmasi bahwa skuad Iran akan kembali ke Meksiko segera setelah menyelesaikan laga perdana mereka pada Senin.

Selain persoalan logistik dan perjalanan, tim juga harus menghadapi rencana aksi demonstrasi yang diperkirakan dilakukan sejumlah kelompok oposisi Iran di Los Angeles selama berlangsungnya turnamen.

Meski demikian, baik Ghalenoei maupun Taremi menegaskan bahwa kehadiran mereka di Piala Dunia semata-mata untuk mewakili seluruh rakyat Iran tanpa memandang perbedaan pandangan politik maupun lokasi tempat tinggal.

“Kami menghormati seluruh warga Iran, baik yang berada di dalam negeri maupun yang tinggal di luar negeri. Kami datang ke sini untuk bermain sepak bola, dan sepak bola selalu memiliki kekuatan untuk menyatukan semua pihak,” ujar Taremi.

Ghalenoei turut menyampaikan harapannya agar olahraga dapat menjadi jembatan persatuan di tengah berbagai tantangan yang muncul menjelang turnamen.

“Saya bangga mewakili Iran. Saya berharap sepak bola dapat membawa kegembiraan, kebahagiaan, serta mempererat hubungan antarmasyarakat dan antarnegara. Kami berharap Piala Dunia ini berjalan sukses meskipun kami menghadapi berbagai kendala perjalanan,” katanya.

Iran akan memulai perjalanan mereka di Grup Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Selandia Baru sebelum melanjutkan pertandingan melawan Belgia dan Mesir di wilayah Pantai Barat Amerika Serikat.

Menariknya, konferensi pers yang sejak awal diperkirakan akan membahas strategi pertandingan justru lebih banyak diwarnai pertanyaan mengenai isu politik dan logistik yang mengelilingi tim.

Menutup sesi tersebut dengan nada ringan, Taremi sempat melontarkan candaan kepada para wartawan.

“Tidak ada yang mengajukan pertanyaan tentang sepak bola,” ujarnya sambil tersenyum. “Kami sangat menghormati Selandia Baru dan berharap pertandingan nanti akan berlangsung dengan baik.”
[PusakoNews.com/red]

Space Available Nusa Tenggara Timur R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Nusa Tenggara Barat R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews