USS Mahan Masuk Timur Tengah, Sinyal Perang AS-Iran Makin Nyata?

Peningkatan Kehadiran Militer AS di Timur Tengah, Negosiasi Nuklir Iran Dikebut Dua Pekan
USS Mahan (DDG-72) ©PusakoNews.com/Ilustrasi
Sesuaikan Ukuran Baca
64
584
PusakoNews.com, Tehran - Kapal perusak milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Mahan (DDG-72), dilaporkan telah memasuki kawasan Laut Mediterania setelah terdeteksi melintas di Selat Gibraltar. Kapal tersebut merupakan bagian dari kelompok tempur kapal induk USS Gerald R. Ford, yang tengah dikerahkan ke wilayah Timur Tengah.

Berdasarkan pemantauan Institute for National Security Studies (INSS), pengerahan ini memperkuat konsentrasi militer AS di kawasan, yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar sejak invasi Irak pada 2003.

Di tengah eskalasi tersebut, dinamika hubungan Washington–Teheran kembali memanas. Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memberikan waktu maksimal 10–15 hari bagi Iran untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. Pernyataan itu disampaikan kepada awak media di atas pesawat kepresidenan Air Force One.

Perundingan terbaru berlangsung di Jenewa melalui fasilitasi diplomatik Oman. Delegasi Iran dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi, sementara delegasi AS diketuai utusan khusus presiden.

Meski muncul spekulasi mengenai kemungkinan aksi militer, sejumlah analis menilai peluang Iran melancarkan serangan pendahuluan relatif kecil karena dinilai tidak memberikan keuntungan strategis langsung bagi Teheran.

Kedua pihak kini disebut tengah menyusun draf awal kesepakatan untuk dipertukarkan sebelum menentukan jadwal putaran negosiasi berikutnya. Situasi di kawasan tetap menjadi perhatian komunitas internasional, mengingat potensi dampaknya terhadap stabilitas global.
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait