USS Mahan Masuk Timur Tengah, Sinyal Perang AS-Iran Makin Nyata?
Peningkatan Kehadiran Militer AS di Timur Tengah, Negosiasi Nuklir Iran Dikebut Dua Pekan
Berdasarkan pemantauan Institute for National Security Studies (INSS), pengerahan ini memperkuat konsentrasi militer AS di kawasan, yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar sejak invasi Irak pada 2003.
Di tengah eskalasi tersebut, dinamika hubungan Washington–Teheran kembali memanas. Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memberikan waktu maksimal 10–15 hari bagi Iran untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. Pernyataan itu disampaikan kepada awak media di atas pesawat kepresidenan Air Force One.
Perundingan terbaru berlangsung di Jenewa melalui fasilitasi diplomatik Oman. Delegasi Iran dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi, sementara delegasi AS diketuai utusan khusus presiden.
Meski muncul spekulasi mengenai kemungkinan aksi militer, sejumlah analis menilai peluang Iran melancarkan serangan pendahuluan relatif kecil karena dinilai tidak memberikan keuntungan strategis langsung bagi Teheran.
Kedua pihak kini disebut tengah menyusun draf awal kesepakatan untuk dipertukarkan sebelum menentukan jadwal putaran negosiasi berikutnya. Situasi di kawasan tetap menjadi perhatian komunitas internasional, mengingat potensi dampaknya terhadap stabilitas global.
[PusakoNews.com/red]
Berita Terkait
Setelah Serang Iran, AS Minta Negara Arab Tanggung Biaya Militer
31 Mar 2026 - 15:50
674
Trump Permalukan Putra Mahkota Saudi: “Sekarang Dia Menjilat Saya!”
29 Mar 2026 - 20:22
660
Iran Klaim Siap Hadapi Invasi Darat, Siagakan Delapan Lapis Pertahanan Terintegrasi
29 Mar 2026 - 11:57
665
AS Perkuat Militer di Timur Tengah, Opsi Eskalasi terhadap Iran Disiapkan
28 Mar 2026 - 11:31
708