PusakoNews.com, Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh 2026 akan lebih mengedepankan pendekatan humanis, preventif, dan edukatif guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta membangun budaya keselamatan di jalan raya.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa operasi kepolisian di bidang lalu lintas tersebut tidak semata-mata berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi juga bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat agar lebih disiplin dan bertanggung jawab saat menggunakan jalan.
Menurutnya, edukasi dan upaya pencegahan akan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Operasi Patuh 2026. Jajaran Polisi Lalu Lintas di seluruh wilayah akan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat melalui sosialisasi, penyuluhan, dan berbagai kegiatan yang mendorong terciptanya budaya tertib berlalu lintas.
“Prinsip kegiatan kita adalah mengutamakan humanis, preventif, edukasi. Tetapi pada pelanggaran-pelanggaran tertentu kami juga harus tegas. Salah satu contohnya adalah melawan arus, tidak memakai helm, menggunakan handphone saat berkendara, dan pelanggaran lainnya yang membahayakan keselamatan,” ujar Irjen Pol. Agus Suryonugroho dalam keterangannya.
Meski mengedepankan sisi edukatif dan pendekatan yang humanis, Korlantas Polri memastikan bahwa penegakan hukum tetap dilakukan secara tegas terhadap berbagai pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas dengan tingkat fatalitas tinggi.
Pada Berita sebelumnya Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menggelar Operasi Patuh 2026 secara serentak di berbagai wilayah Indonesia mulai 8 hingga 21 Juni 2026. Operasi berskala nasional tersebut difokuskan pada peningkatan disiplin berlalu lintas serta penindakan terhadap berbagai pelanggaran yang menghambat efektivitas sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).










Komentar