Space Available Pasuruan R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

KAI Group Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Transformasi Waste Management Terintegrasi di Stasiun Gambir

Sektor Industri & Korporasi

"Transformasi Hijau KAI Group Dimulai dari Gambir, Pengelolaan Sampah Kini Terintegrasi"

KAI Group Resmi Jalankan Program Waste Management Modern di Stasiun Gambir
KAI Group Sulap Sampah Jadi Energi, Stasiun Gambir Jadi Proyek Percontohan Nasional
KAI Group Sulap Sampah Jadi Energi, Stasiun Gambir Jadi Proyek Percontohan Nasional

Rangkuman Berita

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama PT Reska Multi Usaha (KAI Services) memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui program Waste Management Terintegrasi yang diawali di Stasiun Gambir, Jakarta. Program ini menjadi bagian dari roadmap pengelolaan sampah KAI Group 2026–2029 untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah modern berbasis ekonomi sirkular, mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah menjadi produk bernilai ekonomis dan energi ramah lingkungan. Dengan dukungan fasilitas TPS3R modern, teknologi digital, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan, KAI Group menargetkan pengurangan emisi karbon, peningkatan kualitas lingkungan stasiun, dan terciptanya budaya transportasi publik yang lebih bersih, hijau, serta berkelanjutan di Indonesia.

Sesuaikan Ukuran Baca
608
ExcellentAromatica R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama anak usahanya, PT Reska Multi Usaha (KAI Services), terus memperkuat komitmen terhadap penerapan prinsip keberlanjutan melalui implementasi program Waste Management Terintegrasi di lingkungan operasional perkeretaapian nasional. Program ini menjadi langkah strategis KAI Group dalam membangun ekosistem transportasi publik yang modern, bersih, ramah lingkungan, serta mendukung pengembangan ekonomi sirkular secara berkelanjutan di Indonesia.


Sebagai tahap awal implementasi, KAI Group memulai pilot project pengelolaan sampah terintegrasi di Stasiun Gambir, Jakarta. Pemilihan Stasiun Gambir didasarkan pada posisinya sebagai salah satu stasiun utama dengan tingkat mobilitas penumpang yang tinggi serta aktivitas operasional yang padat setiap harinya. Melalui program ini, KAI Group berupaya mengubah paradigma pengelolaan sampah dari sekadar proses pembuangan menjadi sistem pengelolaan terpadu yang mencakup pemilahan, pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah secara optimal dan bernilai tambah.


Program tersebut merupakan bagian dari roadmap pengelolaan sampah KAI Group periode 2026–2029 yang dirancang untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi di seluruh wilayah operasional perusahaan. Saat ini, total timbulan sampah di lingkungan KAI Group mencapai sekitar 1.854 ton per tahun atau lebih dari 4,3 ton per hari. Besarnya volume sampah tersebut mendorong perusahaan untuk memprioritaskan implementasi program pada stasiun-stasiun dengan tingkat aktivitas dan produksi sampah yang tinggi sebelum diperluas secara bertahap ke area operasional lainnya, termasuk jalur rel kereta api.


Melalui pembangunan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) modern di sejumlah stasiun, KAI Group menargetkan terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Fasilitas tersebut akan memperkuat proses pemilahan sampah sejak dari sumbernya, meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA), serta membuka peluang pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomis dan energi ramah lingkungan.


Selain itu, pengelolaan sampah organik juga diarahkan untuk menghasilkan pupuk yang dapat dimanfaatkan guna mendukung kebutuhan operasional dan program penghijauan di lingkungan KAI Group. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung pengurangan emisi karbon sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di area stasiun dan operasional perkeretaapian.


Direktur Utama KAI Services, Krisna Arianto, menyampaikan bahwa implementasi program ini merupakan bagian dari transformasi layanan perkeretaapian yang tidak hanya berfokus pada kualitas operasional, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.


“Program Waste Management Terintegrasi ini merupakan wujud komitmen KAI Group dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang modern dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Stasiun Gambir menjadi langkah awal untuk membangun model pengelolaan sampah yang terukur, terintegrasi, dan dapat direplikasi di berbagai stasiun lainnya,” ujar Krisna.


Program ini juga diharapkan mampu mendukung agenda pengurangan emisi karbon melalui penurunan emisi CO2, peningkatan kualitas lingkungan stasiun, serta terciptanya area pelayanan publik yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi pelanggan jasa kereta api. Untuk mendukung implementasi tersebut, pembangunan fasilitas pengelolaan sampah ditargetkan mulai berjalan pada semester II tahun 2026 agar program dapat terlaksana secara optimal dan berkelanjutan.


Dalam pelaksanaannya, program Waste Management Terintegrasi juga diperkuat dengan pemanfaatan teknologi digital guna mendukung sistem monitoring dan pencatatan tonase sampah, proses pemilahan, pengangkutan, hingga pengolahan secara lebih efektif, akurat, dan transparan. Digitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sekaligus menjadi basis data untuk pengembangan sistem pengelolaan sampah jangka panjang di lingkungan KAI Group.


Keberhasilan program ini turut didukung melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, antara lain KAI Group, KAI Services, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup, mitra pengelola lingkungan seperti Enviro, Kepul.id, dan PT Anak Bangsa Juara, mitra ekonomi sirkular, serta partisipasi aktif masyarakat dan pelanggan kereta api. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.


Dengan mengusung semangat “Bebas Sampah”, KAI Group menargetkan terciptanya ekosistem circular economy melalui pengelolaan sampah organik, anorganik, residu, hingga pengembangan potensi konversi sampah menjadi energi alternatif ramah lingkungan. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.


Direktur Bisnis Korporasi dan Operasi KAI Services, Benny Rustanto, menegaskan bahwa transformasi pengelolaan sampah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya baru di lingkungan transportasi publik Indonesia.


“Transformasi ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga pada pembentukan budaya peduli lingkungan. Kami ingin mengajak seluruh pelanggan, pekerja, dan mitra untuk bersama-sama menjaga kebersihan stasiun serta mendukung masa depan transportasi perkeretaapian Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan,” kata Benny.


Ke depan, program ini akan terus dikembangkan secara bertahap sesuai roadmap 2026–2029, mulai dari penerapan sistem waste sorting dan treatment di stasiun besar, replikasi program di berbagai wilayah strategis, hingga pengembangan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di kota-kota besar di Indonesia.


Melalui implementasi program ini, KAI Services menegaskan perannya sebagai perusahaan penyedia layanan pendukung operasional perkeretaapian yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Langkah tersebut sekaligus mendukung visi besar KAI Group dalam menghadirkan transportasi publik masa depan yang lebih hijau, modern, dan berdaya saing global.

[PusakoNews.com/red]

Excellent Aromatica R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Wonderful Indonesia R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews