Pizza Leleh Keju - R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

China dan Rusia Makin Mesra, Xi Jinping Tegaskan Dunia Tak Bisa Dikuasai AS

Regional News

"Pertemuan Xi Jinping dan Putin Gegerkan Dunia, Beijing Kirim Pesan Tajam ke Amerika"

Xi Jinping dan Putin Kompak Serang Dominasi AS, Dunia Multipolar Jadi Target Baru
Xi Jinping Sambut Putin dengan Karpet Merah, Sindiran Keras ke AS Jadi Sorotan Dunia
Xi Jinping Sambut Putin dengan Karpet Merah, Sindiran Keras ke AS Jadi Sorotan Dunia

Rangkuman Berita

Presiden Tiongkok Xi Jinping menerima Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjungan kenegaraan di Beijing yang menegaskan semakin eratnya hubungan strategis China-Rusia di tengah meningkatnya ketegangan global. Dalam pertemuan tersebut, Xi secara tersirat mengkritik dominasi Amerika Serikat dan menyerukan penguatan koordinasi kedua negara demi menciptakan tatanan dunia multipolar yang lebih seimbang. Kedua pemimpin menandatangani berbagai kesepakatan kerja sama di bidang perdagangan, energi, teknologi, dan keamanan, sekaligus menyuarakan sikap bersama terkait konflik Timur Tengah, sistem pertahanan rudal AS, serta pentingnya stabilitas internasional. Kunjungan Putin berlangsung saat Rusia menghadapi tekanan akibat konflik Ukraina, namun Beijing tetap menunjukkan dukungan politik yang kuat melalui sambutan kenegaraan penuh dan penguatan kemitraan jangka panjang kedua negara.

Sesuaikan Ukuran Baca
623
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Beijing - Ketegangan geopolitik global kembali menjadi sorotan setelah Presiden Tiongkok Xi Jinping menerima kunjungan kenegaraan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing, Rabu waktu setempat. Dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Besar Rakyat tersebut, Xi menegaskan hubungan China-Rusia sebagai kekuatan penyeimbang dunia di tengah meningkatnya gejolak internasional dan mengkritik secara tersirat dominasi sepihak Amerika Serikat dalam politik global.


China dan Rusia Makin Mesra, Xi Jinping Tegaskan Dunia Tak Bisa Dikuasai AS

Xi menyampaikan bahwa situasi internasional saat ini dipenuhi ketidakstabilan akibat meningkatnya praktik hegemoni unilateral. Karena itu, menurutnya, Beijing dan Moskow perlu memperkuat koordinasi strategis secara menyeluruh demi menjaga stabilitas global serta mendorong terciptanya tatanan dunia multipolar yang lebih seimbang.


Dalam kesempatan tersebut, Xi dan Putin menandatangani pernyataan bersama yang menegaskan kembali eratnya hubungan bilateral kedua negara di bidang perdagangan, diplomasi, keamanan, energi, hingga teknologi. Putin menyebut hubungan Rusia-Tiongkok kini telah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah modern dan menjadi salah satu faktor utama penstabil situasi internasional.


Kunjungan Putin ke Beijing kali ini juga memperlihatkan kedekatan personal kedua pemimpin yang telah bertemu lebih dari 40 kali selama dua dekade terakhir. Pemerintah Tiongkok memberikan sambutan kenegaraan penuh, lengkap dengan karpet merah, upacara militer, dan parade simbolik persahabatan kedua negara.


Meski demikian, kunjungan tersebut berlangsung di tengah posisi Rusia yang dinilai semakin tertekan akibat konflik berkepanjangan dengan Ukraina. Beberapa hari sebelum tiba di Beijing, Rusia dilaporkan menghadapi serangan drone besar-besaran ke Moskow serta kehilangan sejumlah wilayah strategis dalam pertempuran terbaru.


Dalam pernyataan bersama, Beijing dan Moskow juga menyoroti berbagai isu global, termasuk kritik terhadap rencana sistem pertahanan rudal “Golden Dome” milik Amerika Serikat yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas strategis dunia. Kedua negara turut menyerukan penghentian konflik di Timur Tengah dan menegaskan pentingnya penyelesaian melalui jalur diplomasi.


China dan Rusia Makin Mesra, Xi Jinping Tegaskan Dunia Tak Bisa Dikuasai AS


Selain isu keamanan global, kedua negara menyepakati sekitar 20 kerja sama strategis di berbagai sektor, termasuk perdagangan, energi nuklir, pembangunan jalur kereta lintas batas, kecerdasan buatan, serta perpanjangan kebijakan bebas visa hingga akhir 2027. Namun, proyek pipa gas besar “Power of Siberia II” belum mencapai kesepakatan final dalam kunjungan tersebut.


Kunjungan Putin ke Beijing juga bertepatan dengan peringatan 25 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama Rusia-Tiongkok tahun 2001 yang menjadi tonggak penguatan hubungan kedua negara. Momentum ini sekaligus mempertegas upaya Beijing dan Moskow memperdalam kemitraan strategis di tengah dinamika politik global yang semakin kompleks.

[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait