PusakoNews.com, Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia menunjukkan kinerja positif pada Maret 2026 dengan mencatat surplus sebesar 3,32 miliar dolar AS, meningkat signifikan dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 1,27 miliar dolar AS. Peningkatan ini dinilai sebagai sinyal kuat bagi ketahanan eksternal perekonomian nasional.
Kenaikan surplus tersebut terutama ditopang oleh membaiknya kinerja neraca perdagangan nonmigas. Pada Maret 2026, neraca nonmigas mencatat surplus sebesar 5,21 miliar dolar AS, seiring meningkatnya ekspor nonmigas yang mencapai 21,25 miliar dolar AS.
Pertumbuhan ekspor ini didukung oleh komoditas berbasis sumber daya alam, seperti logam mulia, perhiasan dan permata, serta bahan bakar mineral. Selain itu, sektor manufaktur turut memberikan kontribusi melalui ekspor besi dan baja.
Dari sisi tujuan ekspor, Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih menjadi pasar utama yang menopang kinerja ekspor nonmigas Indonesia.
Di sisi lain, neraca perdagangan migas mengalami peningkatan defisit menjadi 1,89 miliar dolar AS pada Maret 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh kenaikan impor migas yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor migas.
Secara keseluruhan, peningkatan surplus neraca perdagangan ini dipandang positif dalam memperkuat ketahanan eksternal Indonesia. Ke depan, sinergi kebijakan antara otoritas moneter, pemerintah, dan lembaga terkait akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas eksternal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
[PusakoNews.com/red]
Komentar