PusakoNews.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan segera mempercepat penertiban perlintasan sebidang di seluruh Indonesia sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto pascainsiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan penertiban akan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
“Sebagaimana arahan Presiden, kami akan melakukan penertiban di lintasan sebidang. Kita segerakan dengan mengatur skala prioritas,” ujar Menhub di Jakarta, Kamis (30/4).
Penertiban akan dilaksanakan secara ketat melalui pendataan lapangan, inventarisasi status kewenangan jalan, status penjagaan, serta kondisi keselamatan di setiap perlintasan. Pelaksanaannya melibatkan pemerintah daerah, Ditjen Bina Marga, dan PT KAI.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkeretaapian per 30 April 2026, terdapat 4.046 perlintasan sebidang di jalur aktif seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.903 titik belum memiliki penjagaan.
Langkah penertiban meliputi penutupan perlintasan sebidang, pembangunan jalan layang (overpass) atau jalan bawah tanah (underpass), pemasangan palang pintu, hingga penyediaan petugas penjagaan dan peralatan keselamatan.
Pemerintah juga telah menetapkan 10 lokasi prioritas jangka pendek dan 50 lokasi prioritas jangka menengah. Penentuan lokasi didasarkan pada riwayat kecelakaan atau insiden nyaris tabrakan berulang, volume kendaraan, tingginya frekuensi perjalanan kereta, kondisi geografis berisiko seperti tikungan tajam dan tanjakan, serta minimnya fasilitas keselamatan.
Menhub turut mengimbau masyarakat untuk tidak membuat lintasan tanpa izin maupun membuka kembali perlintasan liar yang telah ditutup. Perlintasan liar dinilai berbahaya karena mengurangi jarak pandang masinis dan tidak memenuhi standar keselamatan.
“Masyarakat juga kami imbau untuk mematuhi rambu-rambu di perlintasan kereta api dan tidak menerobos palang pintu yang sudah tertutup,” tegas Menhub.
[PusakoNews.com/red]
Komentar