PusakoNews.com, Jakarta - Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menyampaikan belasungkawa mendalam atas kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Insiden tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka serta menjadi peringatan serius terkait pentingnya peningkatan keselamatan transportasi kereta api.
“Atas nama pribadi maupun DPR RI, saya menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak atas kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi,” ujar Puan Maharani di Jakarta.
Kecelakaan bermula ketika sebuah taksi listrik berhenti di tengah perlintasan sebidang di kawasan Bulak Kapal dan tertabrak KRL tujuan Jakarta. Benturan tersebut menyebabkan rangkaian KRL terhenti di jalur. Tidak lama berselang, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti.
Akibat benturan keras tersebut, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek merangsek hingga ke gerbong khusus wanita di bagian belakang KRL. Peristiwa ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka.
Menanggapi kejadian itu, Puan meminta pemerintah, PT KAI, dan seluruh pemangku kepentingan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan jalur kereta api.
Menurutnya, pengamanan di perlintasan sebidang harus menjadi prioritas utama mengingat masih banyak titik rawan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Kita meminta persoalan keselamatan di jalur kereta api benar-benar diprioritaskan. Sistem pengamanan harus diperbaiki, terutama di perlintasan sebidang yang selama ini masih banyak ditemukan dan minim perlindungan,” tegasnya.
Puan menilai kecelakaan ini bukan hanya menimbulkan duka, tetapi juga berpengaruh terhadap rasa aman masyarakat yang setiap hari mengandalkan transportasi publik, khususnya KRL di wilayah Jabodetabek.
Sebagai moda angkutan massal utama, KRL memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas pekerja, pelajar, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menekankan bahwa meningkatnya kepadatan jalur dan frekuensi perjalanan harus diimbangi dengan standar keselamatan yang lebih kuat, terukur, dan mampu mengantisipasi setiap potensi risiko.
Puan juga mendorong agar investigasi atas kecelakaan tersebut dilakukan secara transparan dan menyeluruh, sehingga menghasilkan langkah perbaikan struktural yang nyata.
Menurutnya, masyarakat harus diyakinkan bahwa transportasi kereta tetap menjadi pilihan yang aman, rasional, dan didukung sistem keselamatan yang terus diperkuat.
“Operator dan pemerintah harus menunjukkan bahwa standar keselamatan diperbarui secara nyata agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tutup Puan Maharani.
[PusakoNews.com/red]








Komentar