KZB ArmyLook R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Indonesia Dorong Kolaborasi ASEAN Jadikan AI Penggerak Ekonomi Digital Inklusif

Parlemen
Indonesia Dorong AI Jadi Mesin Pertumbuhan ASEAN, Target Ekonomi Digital USD 1 Triliun
Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Surya Utama dalam agenda sidang The 3rd Consultative Meeting of Young Parliamentarians of ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (YPA) di Jakarta
Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Surya Utama dalam agenda sidang The 3rd Consultative Meeting of Young Parliamentarians of ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (YPA) di Jakarta
Sesuaikan Ukuran Baca
696
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadikan kecerdasan buatan (AI) sebagai pendorong utama transformasi digital yang inklusif di kawasan ASEAN. Dengan populasi lebih dari 680 juta jiwa dan proyeksi ekonomi digital yang diperkirakan menembus USD 1 triliun pada 2030, ASEAN dinilai memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi digital global.


Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Surya Utama, menyampaikan bahwa kemajuan AI harus dimanfaatkan sebagai peluang strategis untuk mempercepat transformasi digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh negara ASEAN.


Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi berbagi pengalaman terbaik pada Sidang The 3rd Consultative Meeting of Young Parliamentarians of ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (YPA) bertema Pemuda ASEAN: Memperkuat Solidaritas dan Memberdayakan Pemimpin yang Siap Menghadapi Masa Depan, yang digelar secara daring dari Jakarta, Selasa (28/4/2026).


Meski memiliki potensi besar, transformasi digital juga menghadirkan tantangan serius, mulai dari misinformasi, ancaman siber, hingga penyalahgunaan teknologi AI. Di Indonesia, jumlah pengguna internet telah melampaui 210 juta orang, sehingga penguatan ekosistem digital menjadi kebutuhan mendesak.


Sebagai langkah nyata, pemerintah menjalankan Program Literasi Digital Nasional bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Siberkreasi. Sejak 2021, program ini telah menjangkau lebih dari 20 juta masyarakat melalui empat pilar utama, yaitu keterampilan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital, dengan fokus pada generasi muda.


Indonesia juga telah memberlakukan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi guna memperkuat kepercayaan publik serta memastikan akuntabilitas dalam ekosistem digital. Regulasi tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan AI yang bertanggung jawab.


Dalam jangka panjang, Indonesia menargetkan penciptaan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030 guna memenuhi kebutuhan ekonomi berbasis teknologi yang terus berkembang.


Indonesia menilai tantangan seperti misinformasi berbasis AI, termasuk deepfake, tidak dapat ditangani secara nasional semata karena bersifat lintas batas. Oleh sebab itu, Indonesia mendorong penguatan kerja sama ASEAN melalui pengembangan talenta digital, pertukaran praktik terbaik tata kelola AI, serta penyusunan kerangka kebijakan yang interoperabel dengan tetap menghormati kedaulatan digital masing-masing negara.


Indonesia menegaskan, melalui pendekatan yang inklusif, berpusat pada manusia, dan kolaboratif, AI dapat menjadi instrumen untuk memberdayakan generasi muda ASEAN serta memperkecil kesenjangan digital di kawasan.

[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait