PusakoNews.com, Bekasi - Insiden tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, mengakibatkan korban jiwa dan luka yang signifikan. Berdasarkan pembaruan terbaru hingga pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka dan masih dalam penanganan medis.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB, ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti di jalur Stasiun Bekasi Timur. Benturan keras terutama menghantam bagian belakang KRL, termasuk gerbong yang mengalami kerusakan parah.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah sekitar 240 orang dalam kondisi selamat. Sementara itu, korban dari pihak KRL sebagian besar telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Direktur Utama KAI menyatakan bahwa seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati guna proses identifikasi lebih lanjut. KAI juga memastikan bahwa biaya pengobatan korban luka serta pemakaman korban meninggal dunia akan ditanggung oleh pihak asuransi bersama KAI.
Hingga saat ini, proses evakuasi dan penanganan korban masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Aparat kepolisian bersama otoritas perkeretaapian tengah melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan kereta api paling serius dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia.
[PusakoNews.com/red]








Komentar