Chelsea Resmi Akhiri Kerja Sama dengan Liam Rosenior Setelah Tiga Bulan Menjabat

Chelsea Resmi Pecat Rosenior Usai Rentetan Hasil Buruk
Hanya 106 hari setelah dipekerjakan, Liam Rosenior dipecat sebagai manajer Chelsea pada hari Rabu
Hanya 106 hari setelah dipekerjakan, Liam Rosenior dipecat sebagai manajer Chelsea pada hari Rabu
Sesuaikan Ukuran Baca
698

PusakoNews.com, London - Klub Liga Inggris, Chelsea FC, secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Liam Rosenior setelah hanya sekitar tiga bulan menjabat.


Keputusan ini diambil menyusul performa tim yang terus merosot dalam beberapa pekan terakhir. Rosenior, yang ditunjuk pada Januari 2026 sebagai pengganti Enzo Maresca, gagal mempertahankan konsistensi hasil positif yang sempat muncul di awal masa kepemimpinannya.


Dalam periode terakhir, Chelsea mencatatkan lima kekalahan beruntun di liga tanpa mampu mencetak gol—catatan terburuk klub dalam lebih dari satu abad. Kekalahan telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion menjadi laga terakhir Rosenior sebelum pemecatan diumumkan.


Secara keseluruhan, performa buruk tersebut membuat posisi Chelsea merosot di klasemen dan mengancam peluang mereka untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan.


Manajemen klub menyampaikan apresiasi atas kontribusi Rosenior selama masa jabatannya, meski singkat. Namun, hasil yang tidak sesuai ekspektasi membuat klub mengambil langkah cepat demi menyelamatkan sisa musim.


Sebagai langkah sementara, Chelsea menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih interim hingga akhir musim, sembari mencari sosok pelatih permanen yang dinilai mampu mengembalikan stabilitas tim.


Pemecatan ini menandai berakhirnya salah satu masa kepelatihan tersingkat dalam sejarah klub, sekaligus menambah daftar dinamika manajerial yang terjadi di tubuh Chelsea dalam beberapa musim terakhir.

Chelsea Salah Pilih? Rosenior Disebut Sudah “Tenggelam” Sejak Hari Pertama

Chelsea Salah Pilih? Rosenior Disebut Sudah “Tenggelam” Sejak Hari Pertama

Penunjukan Liam Rosenior sebagai pelatih Chelsea FC sejak awal dinilai sebagai keputusan yang keliru. Hal ini menyusul penilaian tajam yang menyebut Rosenior belum memiliki kapasitas memadai untuk menangani klub sebesar Chelsea.


Rosenior hanya bertahan selama sekitar 106 hari sebagai pelatih kepala. Namun, indikasi ketidaksiapan tersebut disebut sudah terlihat sangat dini, bahkan dalam hitungan hari sejak ia mulai bekerja bersama tim.


Pengalaman dan kapasitas taktis Rosenior dianggap belum cukup untuk memenuhi tuntutan tinggi di level elite seperti Chelsea. Sejumlah pengamat menilai bahwa tekanan besar, ekspektasi tinggi, serta kompleksitas skuad membuat posisi tersebut terlalu berat bagi pelatih berusia 41 tahun itu.


Situasi ini mempertegas kritik terhadap kebijakan manajemen klub yang dinilai kurang tepat dalam menentukan sosok pelatih, terutama untuk klub dengan ambisi besar di kompetisi domestik maupun Eropa.


Keputusan Chelsea menunjuk Rosenior kini menjadi contoh bagaimana kesalahan dalam pemilihan pelatih dapat berdampak cepat terhadap stabilitas dan performa tim di level tertinggi sepak bola.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait