PusakoNews.com, London - Sistem Video Assistant Referee (VAR) kembali menjadi pusat perhatian usai kemenangan tipis Arsenal atas West Ham United dalam lanjutan Liga Premier Inggris. Meski kerap menuai kritik, insiden yang melibatkan kiper Arsenal David Raya dinilai menjadi contoh nyata mengapa teknologi tersebut tetap dibutuhkan dalam sepak bola modern.
Arsenal sukses mengamankan kemenangan 1-0 atas West Ham di Stadion London, Minggu, sekaligus menjaga peluang mereka dalam perebutan gelar juara musim ini. Namun pertandingan diwarnai kontroversi pada masa injury time ketika gol penyama kedudukan West Ham dianulir setelah tinjauan VAR.
Awalnya, wasit Chris Kavanagh mengesahkan gol yang dicetak Callum Wilson dalam situasi kemelut di depan gawang Arsenal. Namun petugas VAR Darren England meminta dilakukan peninjauan ulang karena adanya dugaan pelanggaran Pablo terhadap David Raya.
Dalam tayangan ulang terlihat Pablo melakukan kontak terhadap Raya dengan menahan pergerakan sang penjaga gawang menggunakan lengan dan tangan kirinya. Setelah pemeriksaan yang berlangsung lebih dari empat menit, Kavanagh memutuskan membatalkan gol tersebut dan Arsenal tetap unggul hingga laga usai.
Keputusan itu memunculkan perdebatan luas. Manajer Arsenal Mikel Arteta justru memberikan apresiasi terhadap keberanian wasit mengambil keputusan penting dalam situasi sulit. Sikap tersebut berbeda dengan reaksinya beberapa pekan sebelumnya saat mengecam keputusan VAR yang membatalkan penalti Arsenal dalam semifinal Liga Champions melawan Atlético Madrid.
Kala itu, Arteta mengaku kecewa karena proses pemeriksaan VAR dianggap terlalu lama sebelum wasit Danny Makkelie memutuskan tidak terjadi pelanggaran terhadap pemain Arsenal di kotak penalti. Namun tayangan ulang menunjukkan keputusan tersebut dinilai tepat karena tidak ada kontak yang cukup untuk menghasilkan penalti.
Di sisi lain, kubu West Ham menilai keputusan membatalkan gol mereka terlalu berlebihan. Kapten West Ham Jarrod Bowen mengatakan tayangan ulang berkali-kali akan selalu menemukan kontak dalam duel di kotak penalti dan menurutnya keputusan tersebut tidak tepat.
Pandangan berbeda disampaikan legenda Manchester United dan Timnas Inggris Wayne Rooney. Dalam podcast miliknya, Rooney menyebut keputusan VAR pada laga Arsenal kontra West Ham sebagai contoh penerapan teknologi yang berjalan dengan baik dalam pertandingan penting.
Perdebatan mengenai VAR memang terus berlangsung sejak teknologi itu diperkenalkan FIFA pada 2018. Sistem tersebut hadir untuk meminimalisasi kesalahan fatal wasit dalam momen krusial pertandingan, termasuk insiden-insiden terkenal seperti gol “Tangan Tuhan” Diego Maradona pada Piala Dunia 1986 maupun handball Thierry Henry saat Prancis menghadapi Republik Irlandia pada 2009.
Meski demikian, penggunaan VAR tetap menuai kritik karena dianggap mengurangi emosi spontan dalam sepak bola dan masih memunculkan inkonsistensi antarkeputusan wasit. Perbedaan interpretasi antarpetugas VAR juga dinilai menjadi salah satu penyebab kontroversi yang terus berulang.
Namun dalam kasus Arsenal kontra West Ham, banyak pihak menilai VAR berhasil menjalankan fungsi utamanya, yakni memastikan gol tercipta sesuai aturan permainan dan mencegah kesalahan besar yang dapat memengaruhi hasil akhir kompetisi.
[PusakoNews.com/red]








Komentar