PusakoNews.com, Washington - Indonesia kembali mendapat pengakuan sebagai salah satu titik terang (“bright spot”) dalam perekonomian global. International Monetary Fund (IMF) dan para investor internasional menilai Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan yang tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Apresiasi tersebut didasarkan pada konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid. Disiplin fiskal, khususnya dalam mempertahankan defisit di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), serta respons kebijakan yang adaptif dan berorientasi ke depan dinilai mampu meredam tekanan eksternal sekaligus menjaga momentum pertumbuhan.
Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, dalam pertemuan bersama Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan RI, dan anggota DPR RI pada rangkaian IMF Spring Meetings (14/4), menyampaikan bahwa Indonesia berhasil mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal. Hal ini didukung oleh kuatnya permintaan domestik di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Dalam forum tersebut, Bank Indonesia menegaskan bahwa perekonomian nasional tetap berada pada jalur yang tepat dan terkelola dengan baik. Pertumbuhan ekonomi yang solid, inflasi yang terkendali sesuai sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan menjadi indikator utama ketahanan ekonomi Indonesia.
Bank Indonesia juga menekankan penerapan bauran kebijakan yang terintegrasi dan adaptif, tidak lagi bersifat konvensional. Kebijakan tersebut mencakup kebijakan moneter yang berfokus pada stabilitas, kebijakan makroprudensial yang mendukung pertumbuhan, serta penguatan sistem pembayaran guna mendorong aktivitas ekonomi dan digitalisasi.
Komentar