H&M Tutup 160 Toko Global pada 2026, Fokus Perkuat Bisnis Digital

H&M Pangkas 160 Gerai
Ilustrasi: Perusahaan ritel fesyen asal Swedia, H&M.
©PusakoNews.com/red
Ilustrasi: Perusahaan ritel fesyen asal Swedia, H&M. ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
653

PusakoNews.com, Jakarta - Perusahaan ritel fesyen asal Swedia, H&M, mengumumkan rencana penutupan sekitar 160 gerai fisik di berbagai negara sepanjang 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menyesuaikan model bisnis dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah ke belanja online.


Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari optimalisasi portofolio toko dan efisiensi operasional. H&M akan lebih memprioritaskan penguatan kanal e-commerce serta mempertahankan toko-toko unggulan yang dinilai memiliki performa terbaik.


Perusahaan sebelumnya juga telah melakukan penutupan ratusan gerai dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari transformasi bisnis. Penyesuaian ini sempat berdampak pada kinerja penjualan jangka pendek, terutama akibat proses penutupan dan renovasi toko. Namun, perusahaan memperkirakan dampak jangka panjangnya justru akan meningkatkan profitabilitas.


Tren pergeseran ke platform digital menjadi faktor utama di balik kebijakan ini. Saat ini, kontribusi penjualan online terhadap total pendapatan H&M telah mencapai sekitar 30 persen, menunjukkan perubahan signifikan dalam pola konsumsi pelanggan.

H&M Tutup 160 Toko Global pada 2026, Fokus Perkuat Bisnis Digital

Pengamat industri menilai, langkah yang diambil H&M mencerminkan perubahan struktural dalam industri ritel global. Konsumen kini cenderung lebih memilih berbelanja secara daring, mencari harga yang kompetitif, serta tidak lagi bergantung pada toko fisik konvensional.


Transformasi ini juga sejalan dengan tren omnichannel, di mana perusahaan mengintegrasikan pengalaman belanja online dan offline untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mempertahankan daya saing di tengah persaingan global yang semakin ketat.


Hingga saat ini, belum ada rincian resmi terkait lokasi gerai yang akan ditutup, termasuk potensi dampaknya terhadap operasional di masing-masing negara.


Tentang H&M

H&M didirikan oleh pengusaha Swedia, Erling Persson, pada 1947. Perusahaan ini berkembang menjadi salah satu raksasa ritel fesyen global dengan jaringan toko yang tersebar di berbagai negara serta fokus pada produk fesyen terjangkau dan tren terkini.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait