Pizza Leleh Keju - R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Ajudan Netanyahu Kini Pimpin Mossad, Tak Punya Pengalaman Intelijen Tapi Yakin Bisa Menggulingkan Rezim Iran

Geopolitics
Bos Baru Mossad Bikin Geger: Roman Gofman Tanpa Latar Intelijen!
Roman Gofman-Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
©PusakoNews.com/red
Roman Gofman-Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
678
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Tel Aviv - Pemerintah Israel secara resmi menyetujui penunjukan Roman Gofman sebagai kepala badan intelijen luar negeri Mossad, menggantikan David Barnea yang masa jabatannya berakhir pada Juni 2026. Persetujuan tersebut diberikan setelah melalui proses evaluasi oleh komite penunjukan pejabat senior.


Gofman, yang saat ini menjabat sebagai sekretaris militer Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dijadwalkan mulai memimpin Mossad pada Juni 2026 dengan masa jabatan lima tahun. Ia dikenal sebagai perwira militer senior dengan pengalaman tempur luas, termasuk keterlibatannya dalam merespons serangan Hamas pada Oktober 2023.


Namun, penunjukan ini menuai perhatian dan kritik, terutama karena Gofman tidak memiliki latar belakang langsung di bidang intelijen—berbeda dari tradisi sebelumnya dalam pemilihan kepala Mossad. Sejumlah pihak di kalangan keamanan menilai hal ini dapat memengaruhi efektivitas kepemimpinan lembaga tersebut ke depan.


Di sisi lain, laporan mengungkap bahwa badan intelijen Israel, termasuk Mossad, sebelumnya memiliki keyakinan bahwa tekanan militer terhadap Iran dapat memicu perubahan rezim secara cepat. Namun, perkembangan di lapangan menunjukkan bahwa asumsi tersebut tidak terwujud, meskipun terjadi eskalasi konflik dan operasi militer intensif.


Perbedaan pandangan antara Mossad dan militer Israel juga mencuat, di mana pihak militer disebut lebih berhati-hati dalam menilai kemungkinan perubahan politik di Iran. Situasi ini memunculkan evaluasi internal terhadap akurasi analisis intelijen dan strategi yang diambil.


Penunjukan Gofman sekaligus mencerminkan dinamika baru dalam kepemimpinan keamanan Israel, di tengah tantangan geopolitik kawasan yang semakin kompleks dan tekanan terhadap efektivitas lembaga intelijen dalam membaca perkembangan global.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait