Inggris Ungkap Aktivitas Kapal Selam Rusia di Sekitar Kabel Bawah Laut dan Jalur Pipa

Kapal Selam Rusia Terdeteksi, Inggris Perketat Pengawasan Laut
Foto arsip fregat HMS St Albans yang dikerahkan untuk melacak kapal selam Rusia
©PusakoNews.com/red
Foto arsip fregat HMS St Albans yang dikerahkan untuk melacak kapal selam Rusia ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
645

PusakoNews.com, London - Pemerintah Inggris mengungkap adanya aktivitas kapal selam Rusia yang beroperasi di sekitar jaringan kabel komunikasi dan jalur pipa bawah laut di wilayah utara perairannya. Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, yang menyebut operasi tersebut sebagai aktivitas “rahasia” yang patut diwaspadai.


Sebagai respons, Inggris mengerahkan kapal perang dan pesawat militer untuk memantau serta mencegah potensi tindakan yang dinilai berbahaya. Meski demikian, hingga saat ini tidak ditemukan bukti adanya kerusakan pada infrastruktur vital Inggris di kawasan Atlantik.


Dalam pernyataan tegas yang ditujukan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, Healey menegaskan bahwa Inggris memantau secara ketat setiap pergerakan yang mengancam keamanan nasional. Ia memperingatkan bahwa segala bentuk upaya sabotase terhadap kabel maupun pipa bawah laut tidak akan ditoleransi dan akan berujung pada konsekuensi serius.


Inggris diketahui sangat bergantung pada jaringan bawah laut tersebut, baik untuk kebutuhan energi maupun komunikasi digital. Sekitar 60 kabel bawah laut menghubungkan Inggris dengan berbagai wilayah, terutama melalui kawasan East Anglia dan Inggris Barat Daya. Lebih dari 90 persen lalu lintas internet harian negara itu bergantung pada jaringan tersebut.


Lebih lanjut, Healey mengungkapkan bahwa Rusia mengerahkan kapal selam kelas Akula sebagai bagian dari strategi pengalihan perhatian. Sementara itu, dua kapal selam khusus milik unit intelijen laut Rusia, GUGI, diduga melakukan pengawasan langsung terhadap kabel bawah laut.


Kapal selam serang tersebut dilaporkan telah meninggalkan perairan Inggris dan kembali ke Rusia setelah terdeteksi, sementara dua kapal GUGI masih berada di area tersebut untuk melanjutkan aktivitas pemantauan.


Pemerintah Inggris menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan infrastruktur strategis nasional dari potensi ancaman eksternal.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait