PusakoNews.com, Mojokerto - Pemerintah melalui kolaborasi Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum terus memperkuat ketahanan pangan nasional dengan membangun sumur bor dalam pada Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
Infrastruktur ini menjadi solusi nyata dalam mengatasi keterbatasan air bagi petani, sekaligus mampu menekan biaya operasional hingga sekitar 80 persen serta menjamin ketersediaan air untuk musim tanam.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur air merupakan faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan, terutama di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin dinamis.
Senada dengan itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Dhani Gartina, menyampaikan bahwa keberadaan sumur bor dalam memberikan kepastian pasokan air bagi petani, khususnya dalam mendukung kelancaran musim tanam.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif kelembagaan petani, seperti kelompok tani dan gabungan kelompok tani, dalam mengelola serta merawat fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Manfaat program ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Perwakilan petani setempat mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka mengandalkan sumur bor dangkal dengan biaya operasional tinggi, bahkan mencapai sekitar Rp500 ribu per hari. Kini, dengan sumur bor dalam yang memanfaatkan listrik, biaya tersebut turun drastis menjadi sekitar Rp70 ribu per hari.
Selain efisiensi biaya, keberadaan fasilitas ini juga mengakhiri kesulitan panjang petani dalam memperoleh akses air, yang sebelumnya telah berlangsung selama puluhan tahun.
Pembangunan sumur bor dalam JIAT ini diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
[PusakoNews.com/red]