PusakoNews.com, Jakarta - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa stok beras nasional pada April 2026 diproyeksikan mencapai 5 juta ton—angka yang disebutnya belum pernah terjadi sejak Indonesia merdeka. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil peningkatan signifikan produksi pangan nasional yang turut menopang kemandirian pangan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Idul Fitri FunFest 2026 yang digelar Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) di Jakarta, Sabtu (11/4).
Menurut Mentan Amran, lonjakan produksi beras domestik telah mengurangi ketergantungan terhadap impor. Jika sebelumnya Indonesia mengimpor hingga 7 juta ton beras, kini kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Ia juga menilai kondisi ini memberi dampak terhadap pasar global, termasuk penurunan harga pangan dunia.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen bangsa. “Ini kerja bersama, bukan individu,” ujarnya.
Ke depan, Mentan Amran mengingatkan bahwa tantangan tidak hanya terletak pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan inovasi dan hilirisasi teknologi pertanian. Ia menekankan pentingnya peran aktif perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi nyata yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.
“Kampus harus hadir dengan aksi nyata, bukan sekadar seremoni,” tegasnya.
Ia menilai kapasitas riset di kampus sudah kuat, namun masih perlu ditingkatkan dalam hal hilirisasi dan pemasaran inovasi. Oleh karena itu, ia mendorong ITS untuk mengambil peran strategis dalam pengembangan teknologi terapan, seperti alat dan mesin pertanian, kendaraan listrik, serta inovasi lain yang berbasis kebutuhan lapangan.
Sebagai contoh, Mentan Amran menyoroti pengembangan traktor perahu oleh ITS yang dinilai potensial untuk terus disempurnakan dan diproduksi secara massal. Pemerintah, lanjutnya, siap mendukung dan menyerap inovasi dalam negeri, sepanjang kampus mampu menjamin kualitas dan kapasitas produksi.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam memperkuat kemandirian nasional. “Tidak ada sekat antar kampus. Semua harus bersinergi demi kepentingan Merah Putih,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Mentan Amran mengajak seluruh perguruan tinggi dan alumni untuk berperan aktif dalam mendorong hilirisasi riset yang selaras dengan kebutuhan strategis nasional.
“Ayo bergerak bersama dalam hilirisasi, meneliti sesuai kebutuhan negara,” pungkasnya.
[PusakoNews.com/red]
Komentar