PusakoNews.com, Seoul - Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa operasi militer di Selat Hormuz bukanlah pilihan yang realistis dalam merespons meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Macron saat kunjungan resminya ke Korea Selatan, Kamis (2/4), menyusul dorongan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar sekutu NATO mengambil langkah lebih agresif untuk membuka jalur strategis tersebut.
Macron menilai pendekatan militer justru berisiko memperburuk situasi dan membahayakan lalu lintas pelayaran di salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia.
Menurutnya, opsi penggunaan kekuatan militer tidak pernah menjadi sikap yang didukung Prancis karena berpotensi memicu ancaman lebih besar, termasuk risiko dari Garda Revolusi Iran dan serangan rudal balistik.
Pernyataan ini menegaskan perbedaan pendekatan antara Prancis dan Amerika Serikat dalam merespons eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, sekaligus mencerminkan kekhawatiran Eropa terhadap potensi dampak konflik terhadap stabilitas global dan soliditas NATO.
[PusakoNews.com/red]
Komentar