PusakoNews.com, Jakarta - Kualitas pelayanan yang diterima masyarakat menjadi salah satu perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat reformasi birokrasi. Penguatan kemampuan dan kinerja aparatur sipil negara (ASN) serta institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) diharapkan dapat menghasilkan pelayanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan warga.
Penekanan tersebut mengemuka dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto serta Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan itu membahas sejumlah langkah strategis yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan reformasi birokrasi, dan optimalisasi pelaksanaan tugas aparatur negara.
Pembahasan tidak hanya mencakup kemampuan individu aparatur, tetapi juga kinerja ASN dan institusi Polri dalam menjalankan tanggung jawab kepada masyarakat.
Profesionalisme dan Integritas Jadi Penekanan
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menempatkan profesionalisme, integritas, dan kompetensi sebagai landasan penting bagi aparatur negara.
Ketiga aspek itu ditekankan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang lebih efektif sekaligus memperkuat orientasi pelayanan kepada masyarakat.
โBapak Presiden menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, dan kompetensi aparatur negara agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan semakin efektif dan berorientasi pada pelayanan publik,โ ungkap Teddy dalam keterangannya.
Penekanan tersebut memperlihatkan keterkaitan antara kualitas sumber daya manusia aparatur dan pelaksanaan reformasi birokrasi yang dibahas dalam pertemuan.
Penguatan kapasitas aparatur menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan institusi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan.









Komentar