Rusia Berpotensi Raup Keuntungan dari Krisis Minyak Akibat Perang AS–Israel vs Iran

Lonjakan Harga Minyak Gara-Gara Perang, Rusia Raup Keuntungan Besar!
Presiden Rusia, Vladimir Putin ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
51
689

PusakoNews.com, Jakarta - Krisis di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu lonjakan harga energi global. Situasi ini dinilai berpotensi memberikan keuntungan besar bagi Rusia sebagai salah satu eksportir energi utama dunia.


Sejumlah analis energi menilai terganggunya jalur pasokan minyak dan gas internasional, termasuk potensi penutupan Selat Hormuz, mendorong harga minyak dunia melonjak signifikan. Kondisi tersebut memperbesar pendapatan Rusia dari sektor energi yang selama ini menjadi tulang punggung anggaran negara.


Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengakui bahwa harga minyak sedang mengalami kenaikan. Ia juga menegaskan bahwa Rusia tetap menjadi pemasok energi yang dapat diandalkan bagi mitra internasionalnya. Dalam pernyataannya, Putin bahkan mengisyaratkan kemungkinan menghentikan pasokan gas ke pasar Eropa jika situasi geopolitik terus memburuk.


Data pemerintah Rusia menunjukkan sekitar 30 persen anggaran federal negara tersebut berasal dari pajak minyak dan gas. Sementara itu, sekitar 40 persen dari anggaran tersebut dialokasikan untuk sektor militer dan keamanan.


Menurut pakar energi dari lembaga think tank Bruegel, Simone Tagliapietra, lonjakan harga minyak akibat konflik global dapat memperkuat kemampuan finansial Rusia.

"Harga minyak yang lebih tinggi berarti pendapatan yang lebih besar bagi pemerintah Rusia dan memperkuat kapasitas mereka dalam membiayai operasi militer," ujarnya.


Harga minyak mentah Urals Rusia dilaporkan naik hingga sekitar 72 dolar AS per barel, meningkat tajam dibandingkan sekitar 40 dolar AS pada Desember tahun lalu. Sementara itu, harga minyak global juga melonjak hingga menembus lebih dari 100 dolar AS per barel.

Lonjakan harga tersebut dipicu oleh terganggunya distribusi energi global serta pembatasan pelayaran tanker minyak melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur utama perdagangan minyak dunia.


Di sisi lain, Uni Eropa dilaporkan tengah menyiapkan paket sanksi baru terhadap ekspor minyak Rusia untuk membatasi kemampuan Moskow dalam mendanai operasi militernya.


Para analis menilai, selama ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut dan harga energi tetap tinggi, Rusia berpotensi menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari krisis energi global yang terjadi.

[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait