Dampak Konflik Timur Tengah, Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Teluk Persia

Selat Hormuz Ditutup Iran, Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Teluk Persia
Dua Kapal Tanker Pertamina VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro Tertahan di kawasan Teluk Persia ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
42
725

PusakoNews.com, Jakarta - PT Pertamina International Shipping (PIS) menyampaikan bahwa dua kapal tanker miliknya masih berada di kawasan Teluk Persia setelah penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz oleh Iran sejak 28 Februari 2026.


Pelaksana Tugas Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan dari empat kapal Pertamina yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, dua kapal telah berhasil keluar dari area terdampak konflik, yakni PIS Rinjani dan PIS Paragon.


Sementara itu, dua kapal lainnya, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di Teluk Arab dan menunggu situasi yang lebih aman untuk melintas melalui Selat Hormuz.


“Kedua kapal tersebut dalam kondisi aman. Kami terus memantau perkembangan situasi sebelum memutuskan langkah pelayaran selanjutnya,” ujar Vega.

Kapal Tanker Pertamina Tunggu Situasi Aman di Tengah Gejolak Timur Tengah

Ia menambahkan, kapal Gamsunoro saat ini membawa kargo milik konsumen pihak ketiga. Adapun VLCC Pertamina Pride sedang menjalankan misi pengangkutan minyak mentah jenis light crude oil yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.


Meski sebagian armada terdampak kondisi geopolitik di kawasan tersebut, Pertamina memastikan distribusi energi nasional tetap berjalan. Hal ini didukung oleh sekitar 345 kapal yang dikelola oleh berbagai entitas di lingkungan Pertamina Group.


Untuk menjaga kelancaran rantai pasok energi, Pertamina menerapkan skema pengelolaan distribusi bertajuk Regular, Alternative and Emergency, yang memungkinkan perusahaan menentukan jalur pengiriman paling efektif dan aman bagi armada serta awak kapal.

Selain itu, PIS juga melakukan pemantauan armada secara real time selama 24 jam serta berkoordinasi dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keselamatan kru serta keamanan muatan.


“Pemantauan terhadap posisi armada, kru, dan pekerja kami dilakukan secara intensif setiap saat,” kata Vega.

[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait