Gangguan Konflik Timur Tengah Hambat Ekspor Otomotif China, Dubai Terdampak

Dubai Jadi Titik Rawan, Strategi Ekspor Raksasa Otomotif China Goyah
Dubai Lumpuh imbas Konflik Timur Tengah ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
32
608
PusakoNews.com, Dubai - Ketegangan yang kembali meningkat di kawasan Timur Tengah berdampak signifikan terhadap rantai pasok industri otomotif China. Ribuan unit kendaraan dilaporkan tertahan di Dubai, yang selama ini berperan sebagai pusat distribusi utama ekspor mobil China ke kawasan Timur Tengah dan Afrika.

Sejumlah pelaku industri menyebutkan bahwa aktivitas bisnis ke Iran telah terhenti total. Selain itu, gangguan keamanan di jalur distribusi regional membuat pengiriman melalui Dubai tidak lagi berjalan normal. Kota tersebut selama ini difungsikan sebagai hub transit untuk mendistribusikan kendaraan ke berbagai negara tujuan.

Berdasarkan data dari China Passenger Car Association (CPCA), ekspor mobil China ke Uni Emirat Arab pada 2025 mencapai sekitar 567.000 unit, meningkat lebih dari 70 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut melampaui total penjualan domestik UEA, menegaskan peran strategis Dubai sebagai pusat distribusi regional.

Gangguan semakin terasa setelah operasional di Pelabuhan Jebel Ali sempat terhenti akibat insiden keamanan pada awal Maret. Meski beberapa dermaga telah kembali beroperasi, sejumlah perusahaan pelayaran masih menangguhkan layanan, sehingga arus logistik belum sepenuhnya pulih.

Dampak konflik juga merembet ke jalur ekspor menuju Eropa. Risiko tinggi di kawasan Laut Merah dan Terusan Suez memaksa pengalihan rute kapal melalui Tanjung Harapan, menambah waktu pengiriman hingga dua pekan.

Menurut China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), China mencatat ekspor kendaraan sebesar 7,09 juta unit sepanjang 2025, naik sekitar 20 persen secara tahunan. Namun, eskalasi konflik regional berpotensi memengaruhi proyeksi pertumbuhan ekspor tahun berikutnya.

Situasi ini menunjukkan betapa rentannya rantai pasok global terhadap dinamika geopolitik, terutama bagi industri otomotif yang sangat bergantung pada stabilitas jalur distribusi internasional.
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait