KZB ArmyLook R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Memasuki Usia ke-59, ASEAN Didorong Terus Perjuangkan Kepentingan dan Kesejahteraan Rakyat

ASEAN

"Masuki Usia ke-59, ASEAN Didesak Tak Jadi Arena Persaingan Kekuatan Besar"

Menlu Sugiono Tegaskan ASEAN Harus Berpihak pada Rakyat di Tengah Gejolak Global
Acara Peringatan ke-59 Hari ASEAN yang diselenggarakan di Markas Besar ASEAN, Jakarta (8/8).
Acara Peringatan ke-59 Hari ASEAN yang diselenggarakan di Markas Besar ASEAN, Jakarta (8/8).
Sesuaikan Ukuran Baca
583
HUT RI Ke-81 R1 PusakoNews.com R5a

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Memasuki usia ke-59, ASEAN dituntut terus memastikan setiap bentuk kerja sama kawasan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat di negara-negara anggotanya. Di tengah dinamika dan ketidakpastian global yang semakin kompleks, ASEAN dinilai perlu memperkuat kapasitasnya untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono dalam peringatan ke-59 Hari ASEAN yang digelar di Markas Besar ASEAN, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Menlu Sugiono, ukuran keberhasilan ASEAN tidak semata-mata ditentukan oleh capaian diplomasi dan kerja sama antarnegara, tetapi juga dari sejauh mana organisasi kawasan tersebut mampu memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Keberhasilan ASEAN akan diukur dari kemampuannya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, memperoleh pekerjaan yang layak, hidup dengan aman, serta menatap masa depan dengan penuh keyakinan,” ujar Sugiono.

Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi

Sugiono menekankan, ASEAN perlu meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai tekanan dan krisis yang muncul akibat perubahan situasi global. Perlindungan terhadap masyarakat harus menjadi bagian penting dari penguatan kerja sama kawasan.

Sejumlah sektor strategis yang perlu mendapat perhatian antara lain ketahanan pangan dan energi, perlindungan warga negara ketika terjadi krisis, serta penguatan kapasitas generasi muda melalui pendidikan dan peningkatan keterampilan.

Generasi muda, kata Sugiono, harus dipersiapkan dengan pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri yang memadai agar mampu mengambil peran dan memimpin ASEAN pada masa mendatang.

Penguatan kapasitas tersebut menjadi penting karena berbagai tantangan global dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat kawasan, mulai dari persoalan pangan dan energi hingga kondisi keamanan dan krisis yang berpotensi memengaruhi mobilitas serta keselamatan warga negara.

NOLAN N64 ORIGINAL – MADE IN ITALY R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

ASEAN Harus Tetap Berpihak pada Kepentingan Rakyat

Dalam menghadapi persaingan kekuatan besar, ASEAN juga diingatkan untuk tetap menjaga posisi dan prinsipnya sebagai organisasi kawasan yang mengutamakan kepentingan masyarakat.

ASEAN, menurut Sugiono, tidak boleh berubah menjadi arena pertarungan kepentingan kekuatan-kekuatan besar maupun berpihak kepada salah satu kekuatan tersebut. Sebaliknya, ASEAN harus terus mengedepankan kepentingan masyarakat melalui upaya menjaga kesejahteraan, keamanan, serta masa depan kawasan.

Prinsip tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan geopolitik dunia yang terus berubah dan menghadirkan tantangan baru bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

ASEAN Memiliki Modalitas Menghadapi Dunia yang Kompleks

Sugiono menilai ASEAN memiliki modalitas penting untuk menghadapi perkembangan dunia yang semakin kompleks. Sejak dibentuk pada 1967, ASEAN telah melewati berbagai dinamika, persaingan, serta krisis kawasan dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip utama organisasi, yakni memperkuat persatuan, menjaga perdamaian, dan mengedepankan dialog.

Dalam perjalanan hampir enam dekade, arsitektur kawasan yang dibangun ASEAN tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan strategis.

Perkembangan tersebut turut memperkuat kepercayaan terhadap sentralitas ASEAN sebagai salah satu jangkar penting dalam mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan.

“Dunia saat ini membutuhkan pembangun jembatan yang mampu meredakan ketegangan, menumbuhkan kepercayaan, dan menjaga dialog tetap berjalan. Inilah peran yang telah dimainkan ASEAN selama hampir enam dekade,” kata Sugiono.

KZB ArmyLook R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono

ASEAN Harus Menentukan Masa Depannya Sendiri

Ke depan, Menlu Sugiono menegaskan bahwa ASEAN harus memiliki kemampuan untuk menentukan masa depannya sendiri. Hal tersebut perlu didukung dengan penguatan institusi, kapasitas, serta sumber daya yang memadai.

Langkah tersebut diperlukan agar ASEAN mampu mewujudkan aspirasi yang tertuang dalam Visi Komunitas ASEAN 2045, sekaligus memastikan kawasan tetap memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai perubahan dan tekanan global.

Kemandirian dalam menentukan arah kawasan bukan berarti ASEAN menutup diri dari kerja sama dengan pihak lain. Sebaliknya, penguatan kapasitas internal menjadi fondasi agar ASEAN dapat terus berperan aktif dalam membangun kerja sama yang seimbang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pertama Kali Diperingati Bersama 11 Negara Anggota

Peringatan ke-59 Hari ASEAN tahun ini memiliki arti khusus karena menjadi peringatan pertama yang diselenggarakan bersama 11 Negara Anggota ASEAN, setelah Timor-Leste resmi bergabung sebagai anggota ASEAN pada November 2025.

Momentum tersebut menandai perkembangan baru dalam perjalanan organisasi kawasan yang didirikan pada 1967.

Peringatan Hari ASEAN ke-59 di Markas Besar ASEAN, Jakarta, dihadiri Sekretaris Jenderal ASEAN, komunitas diplomatik dari negara-negara anggota ASEAN yang berada di Jakarta, serta perwakilan dari berbagai misi diplomatik di Indonesia.

Peringatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen ASEAN dalam memperkuat persatuan, menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, serta memastikan kerja sama regional tetap berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Memasuki dekade-dekade berikutnya, ASEAN dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan relevansinya di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi global. Penguatan ketahanan kawasan, perlindungan masyarakat, peningkatan kapasitas generasi muda, serta pemeliharaan dialog menjadi bagian penting dari upaya memastikan ASEAN tetap menjadi kekuatan yang mampu membangun jembatan di tengah dinamika dunia.
[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

HUT RI Ke-81 R1 PusakoNews.com R6a

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews