KTT ASEAN 2026: Prabowo Dorong Negara ASEAN Perkuat Solidaritas dan Ketahanan Pangan

Prabowo Minta ASEAN Bergerak Cepat Hadapi Ancaman Geopolitik Global
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026
Sesuaikan Ukuran Baca
789

PusakoNews.com, Cebu City - Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan penguatan persatuan, ketahanan energi, dan ketahanan pangan kawasan saat menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). Dalam forum tersebut, Presiden menegaskan pentingnya solidaritas dan kerja sama antarnegara ASEAN di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global serta ancaman krisis pangan dan energi.


Presiden Prabowo menilai stabilitas dan perdamaian kawasan menjadi fondasi utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat ASEAN. Karena itu, seluruh negara anggota didorong untuk terus memperkuat kolaborasi strategis dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk ketahanan pangan, keamanan kawasan, dan gangguan rantai pasok dunia.

KTT ASEAN 2026: Prabowo Dorong Negara ASEAN Perkuat Solidaritas dan Ketahanan Pangan

Di sektor energi, Presiden menekankan bahwa diversifikasi energi merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera dipercepat oleh negara-negara ASEAN. Menurutnya, kawasan Asia Tenggara memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih seperti tenaga surya, air, dan angin yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat transisi energi sekaligus menjaga stabilitas kawasan di masa depan.


Selain itu, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan pangan kawasan di tengah ancaman perubahan iklim dan potensi El Nino ekstrem. Ia mendorong ASEAN memperkuat kerja sama regional melalui pertukaran informasi, pengembangan teknologi pertanian, diversifikasi pangan, hingga optimalisasi cadangan pangan kawasan.


Kepala Negara turut mendorong penyederhanaan mekanisme ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) guna memperkuat cadangan pangan berbasis lokal. Menurut Presiden, langkah kolektif diperlukan agar negara-negara ASEAN mampu menjaga stabilitas pangan dan meminimalkan dampak gangguan global terhadap masyarakat.


Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi kawasan yang damai, inklusif, dan solid dalam menjaga kepentingan bersama. Indonesia, lanjut Presiden, berkomitmen aktif memperkuat kerja sama regional demi menciptakan kawasan yang stabil, tangguh, dan sejahtera.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait