Kemenpar Soroti Pentingnya Bebas Visa, Pariwisata Indonesia Bisa Melesat
Kemenpar: Bebas Visa Kunjungan Kunci Dongkrak Daya Saing Pariwisata Indonesia
Rangkuman Berita
Dampak Besar BVK Terungkap, Kunjungan Wisman Bisa Naik Hingga 32,4 Persen
Bebas Visa Bukan Sekadar Fasilitas, Ini Mesin Pertumbuhan Pariwisata Nasional
Kemenpar Sebut BVK Mampu Ciptakan Ratusan Ribu Lapangan Kerja
Sesuaikan Ukuran Baca
661
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan bahwa kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat dalam menarik wisatawan mancanegara.
Menurut Kemenpar, BVK tidak hanya berfungsi sebagai kebijakan visa, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat aksesibilitas, kemudahan perjalanan, serta daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata internasional. Kemudahan masuk bagi wisatawan dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan perjalanan, terutama ketika negara-negara pesaing terus memperluas kebijakan fasilitasi perjalanan.
Bebas Visa Kunjungan Jadi Senjata Indonesia Rebut Wisatawan Mancanegara
Kemenpar memandang BVK sebagai kebijakan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, belanja wisatawan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Indonesia perlu memastikan tidak tertinggal dalam memberikan kemudahan perjalanan bagi wisatawan internasional.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Kemenpar: Indonesia Tak Boleh Tertinggal dalam Kebijakan Bebas Visa
Indonesia memiliki pengalaman dalam menerapkan BVK secara luas. Pada 2016, fasilitas Bebas Visa Kunjungan diberikan kepada 169 negara. Kajian World Travel & Tourism Council (WTTC) bersama Oxford Economics menunjukkan kebijakan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan permintaan wisatawan mancanegara sebesar 24 persen dan mendukung terciptanya sekitar 400.000 lapangan kerja.
Berdasarkan penyempurnaan perhitungan menggunakan realisasi kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2018, dampak BVK terhadap peningkatan permintaan wisatawan diperkirakan mencapai 32,4 persen. Temuan tersebut menunjukkan adanya korelasi kuat antara kebijakan fasilitasi perjalanan dan pertumbuhan kunjungan wisatawan.
Selain itu, kajian WTTC mencatat bahwa kebijakan bebas visa memberikan dampak lebih besar dibandingkan sejumlah bentuk fasilitasi visa lainnya. Median peningkatan kedatangan wisatawan dari kebijakan visa-free mencapai 16,6 persen per tahun, lebih tinggi dibandingkan kebijakan jenis visa baru yang mencatat pertumbuhan 8,1 persen per tahun.
Kemenpar menegaskan bahwa BVK merupakan instrumen daya saing, pertumbuhan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja yang penting untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional secara berkelanjutan. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar