"80 Ribu Pengunjung Padati JFF 2026, Jakarta Siapkan Lompatan Besar Jelang Usia 500 Tahun"
JFF 2026 Sukses Besar! Ribuan Ide dan Inovasi Dikumpulkan untuk Masa Depan Jakarta
Jakarta Future Festival 2026 Ditutup, Lebih dari 80 Ribu Pengunjung Sumbang Gagasan Menuju Jakarta 500 Tahun
Rangkuman Berita
Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Milik Warga, JFF 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Besar
Jakarta Future Festival Pecahkan Antusiasme Publik, 80 Ribu Orang Ikut Merancang Masa Depan Kota
Menuju Jakarta 500 Tahun, JFF 2026 Himpun Gagasan dari Akademisi, UMKM hingga Pakar Dunia
Sesuaikan Ukuran Baca
622
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Jakarta Future Festival (JFF) 2026 resmi ditutup oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu malam (7/6). Festival yang berlangsung selama tiga hari sejak 5 hingga 7 Juni 2026 ini menjadi wadah strategis untuk menghimpun berbagai gagasan, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung transformasi Jakarta menuju usia lima abad pada 2027.
Dalam sambutannya, Rano Karno menegaskan bahwa Jakarta Future Festival bukan sekadar ajang pertemuan atau diskusi biasa, melainkan ruang bersama yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, serta masyarakat untuk menyampaikan ide dan masukan yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan Jakarta ke depan.
Menurutnya, berbagai pemikiran yang muncul selama festival akan dikolaborasikan dan diintegrasikan dalam proses pembangunan kota agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta tantangan masa depan.
“Jakarta Future Festival bukan pertemuan biasa. Ini adalah ruang untuk menyampaikan gagasan dan aspirasi. Banyak masukan yang kami terima selama festival berlangsung dan seluruhnya akan menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam pembangunan Jakarta ke depan,” ujar Rano.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan JFF 2026. Selama tiga hari pelaksanaan, festival ini berhasil menarik lebih dari 80 ribu pengunjung dari berbagai kalangan.
JFF 2026 menghadirkan sebanyak 52 sesi diskusi yang melibatkan sekitar 250 pembicara dari dalam dan luar negeri, termasuk 10 pembicara internasional yang membagikan perspektif global mengenai pembangunan perkotaan, inovasi, keberlanjutan, dan ketahanan kota.
Selain forum diskusi, festival ini juga dimeriahkan oleh 27 penampil yang menyuguhkan beragam pertunjukan seni, musik, dan budaya. Kegiatan tersebut semakin memperkuat semangat kolaborasi antara pembangunan kota dan pelestarian identitas budaya Jakarta.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Partisipasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival. Sebanyak 72 wirausahawan turut ambil bagian dengan menampilkan berbagai produk unggulan yang mencerminkan kreativitas dan potensi ekonomi masyarakat Jakarta.
Mengusung tema “Navigating Resilience” atau “Menavigasi Resiliensi”, JFF 2026 menempatkan ketangguhan sebagai fondasi utama dalam perjalanan pembangunan Jakarta. Tema tersebut dipilih untuk menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi dan bertahan menghadapi berbagai tantangan merupakan karakter yang telah melekat dalam perjalanan sejarah ibu kota.
“Jakarta hidup karena ketangguhannya. Nilai inilah yang menjadi benang merah dari seluruh rangkaian kegiatan Jakarta Future Festival tahun ini,” kata Rano.
Pada hari terakhir penyelenggaraan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggelar forum akademik internasional yang mempertemukan para pakar dan akademisi dari berbagai negara guna membahas masa depan kota-kota global.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Sebanyak 19 profesor dari sejumlah universitas internasional hadir dalam forum tersebut untuk bertukar gagasan mengenai pembangunan kota, desain perkotaan, inovasi kebijakan, serta strategi menciptakan kota yang berkelanjutan dan inklusif.
Rano menilai forum tersebut menjadi langkah penting dalam melahirkan berbagai inovasi dan kolaborasi konkret yang dapat mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global yang kompetitif di tingkat internasional.
Salah satu agenda utama dalam JFF 2026 adalah sesi bertajuk “Jakarta’s Forecast: Jakarta 500 – Memory, Character and the Future as Global City”. Forum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk membahas identitas, karakter, sejarah, serta posisi strategis Jakarta menjelang peringatan 500 tahun pada 22 Juni 2027.
Menurut Rano, momentum lima abad Jakarta harus menjadi titik penting untuk memastikan arah pembangunan kota tetap berpusat pada kepentingan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Jakarta harus menjadi milik seluruh warga, sementara pemerintah berperan sebagai fasilitator yang membuka ruang partisipasi publik dalam setiap proses pembangunan.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, mengungkapkan bahwa berbagai gagasan yang lahir selama penyelenggaraan JFF 2026 akan segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Salah satu isu yang paling banyak mengemuka adalah pentingnya penguatan ekosistem pengetahuan perkotaan sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berbasis data, riset, dan kolaborasi.
Sebagai tindak lanjut konkret dari Jakarta Future Festival, Pemprov DKI Jakarta akan meresmikan Urban Knowledge Hub yang berlokasi di Gedung Nyi Ageng Serang Lantai 6, Jakarta Selatan.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat kolaborasi, pertukaran pengetahuan, pengembangan inovasi, serta penguatan jejaring antar pemangku kepentingan dalam pembangunan perkotaan.
“Nantinya Urban Knowledge Hub akan menjadi salah satu bentuk keberlanjutan dari Jakarta Future Festival. Peresmian akan dilakukan oleh Bapak Gubernur sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan pengembangan pengetahuan perkotaan di Jakarta,” ujar Atika.
Sebagai forum masa depan kota, Jakarta Future Festival 2026 tidak hanya menghadirkan diskusi dan pertukaran gagasan, tetapi juga menyatukan berbagai elemen masyarakat melalui pameran inovasi, forum pemikiran strategis, pertunjukan seni budaya, partisipasi UMKM, serta kolaborasi dengan akademisi, komunitas, sektor swasta, dan mitra internasional.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Melalui berbagai rangkaian kegiatan tersebut, JFF 2026 diharapkan menjadi ruang kolaboratif yang mampu menghasilkan rekomendasi dan solusi nyata bagi pembangunan Jakarta menuju kota global yang inklusif, berdaya saing, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan warganya menjelang perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar