PusakoNews.com, Bunia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan perhatian terhadap lonjakan cepat kasus Ebola di wilayah timur Republik Demokratik Kongo (DRC) setelah jumlah kasus terkonfirmasi hampir dua kali lipat hanya dalam kurun waktu dua hari terakhir. Situasi ini mendorong Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, turun langsung mengunjungi pusat wabah di Provinsi Ituri guna memperkuat koordinasi penanganan di lapangan.
Tedros tiba di Kota Bunia, ibu kota Provinsi Ituri, pada Sabtu waktu setempat. Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam memutus rantai penyebaran Ebola, terutama di kawasan yang selama ini dilanda konflik bersenjata dan keterbatasan akses layanan kesehatan.
Menurut Tedros, keberhasilan penanganan wabah tidak hanya bergantung pada dukungan internasional maupun pemerintah pusat, tetapi juga pada kepemilikan dan partisipasi aktif masyarakat lokal. Ia menyampaikan bahwa warga setempat memiliki pemahaman paling baik mengenai kondisi di lapangan, termasuk tantangan sosial dan budaya yang memengaruhi upaya penanggulangan penyakit.
“Komunitas memahami persoalan yang mereka hadapi dan mereka juga mengetahui solusi yang paling efektif. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam setiap langkah respons kesehatan,” ujar Tedros kepada awak media di Bunia.
WHO bersama pemerintah Republik Demokratik Kongo saat ini terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan wabah yang dinilai berkembang sangat cepat. Otoritas kesehatan Kongo melaporkan bahwa jumlah kasus Ebola yang telah dikonfirmasi mencapai 225 kasus pada Jumat, meningkat tajam dibandingkan 121 kasus yang tercatat dua hari sebelumnya.
- Ebola Mematikan Mengganas di Kongo, 220 Orang Dilaporkan Tewas
- Wabah Ebola Langka Menyebar Cepat di Afrika, WHO Beri Peringatan Keras
- Kasus Ebola Naik Drastis dalam 2 Hari, WHO Soroti Kondisi Darurat di Kongo




Komentar