Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Tewaskan Tiga Orang, Otoritas Kesehatan Dunia Tingkatkan Pengawasan

WHO Turun Tangan Setelah Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius
MV Hondius Terdampar Akibat Wabah Hantavirus, Penumpang Jalani Karantina
MV Hondius Terdampar Akibat Wabah Hantavirus, Penumpang Jalani Karantina
Sesuaikan Ukuran Baca
856

PusakoNews.com, Jakarta - Otoritas kesehatan internasional tengah meningkatkan pengawasan menyusul merebaknya kasus hantavirus di kapal pesiar ekspedisi MV Hondius yang berlayar di kawasan Atlantik. Hingga Jumat (9/5), wabah tersebut dilaporkan telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan sejumlah penumpang lainnya menjalani perawatan intensif di beberapa negara.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan sedikitnya delapan kasus teridentifikasi, dengan sebagian telah terkonfirmasi sebagai infeksi Andes virus, salah satu jenis hantavirus langka yang diketahui dapat menular antarmanusia dalam kontak sangat dekat.


Kapal berbendera Belanda tersebut sebelumnya berangkat dari Ushuaia, Argentina, untuk pelayaran ekspedisi menuju wilayah Antartika dan Atlantik Selatan. Dugaan sementara, paparan virus terjadi sebelum atau selama perjalanan di kawasan Amerika Selatan yang memang menjadi wilayah endemik Andes virus.


MV Hondius sempat tertahan di perairan Cape Verde sebelum akhirnya diarahkan menuju Kepulauan Canary, Spanyol, guna proses evakuasi dan pemeriksaan kesehatan lanjutan terhadap seluruh penumpang serta awak kapal. Otoritas Spanyol bersama WHO dan sejumlah negara kini mengoordinasikan proses repatriasi serta karantina bagi warga negara masing-masing.


Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga telah menyiapkan langkah pemantauan terhadap warga AS yang berada di kapal tersebut. Sejumlah penumpang dijadwalkan dipulangkan menggunakan penerbangan medis khusus untuk menjalani observasi lanjutan.


WHO menegaskan risiko penularan kepada masyarakat umum masih tergolong rendah. Meski demikian, penyelidikan epidemiologi terus dilakukan untuk memastikan pola penularan dan sumber infeksi di kapal pesiar tersebut.


Hantavirus sendiri merupakan penyakit langka yang umumnya ditularkan melalui paparan urin, air liur, atau kotoran hewan pengerat. Namun, strain Andes virus yang ditemukan di Amerika Selatan diketahui memiliki kemungkinan penularan antarmanusia dalam kondisi tertentu. Penyakit ini dapat memicu gangguan pernapasan berat dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. 

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait