Pizza Leleh Keju - R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Waspada Virus Hanta! Kenali Gejala Awal dan Cara Mencegah Penularannya

Kesehatan

"Geger Kasus Virus Hanta, Dokter Ungkap Cara Penularan dan Pencegahannya"

Jangan Anggap Sepele! Virus Hanta Bisa Serang Paru-Paru dan Ginjal
Virus Hanta Mengintai, Ini Tanda-Tanda yang Tak Boleh Diabaikan
Virus Hanta Mengintai, Ini Tanda-Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Rangkuman Berita

Virus hanta kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul laporan kasus pada penumpang kapal pesiar di Spanyol. Virus yang ditularkan melalui paparan urine, air liur, dan kotoran tikus ini dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru dan ginjal, dengan gejala awal berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, hingga sesak napas berat. Tenaga medis mengimbau masyarakat meningkatkan kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala setelah terpapar area yang berisiko, guna mencegah komplikasi yang dapat mengancam jiwa.

Sesuaikan Ukuran Baca
648
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Meningkatnya perhatian dunia terhadap penyebaran virus hanta menyusul laporan kasus pada penumpang kapal pesiar MV Hondius di wilayah Tenerife, Spanyol, menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis yang ditularkan hewan pengerat, terutama tikus. Virus hanta diketahui dapat memicu gangguan serius pada paru-paru dan ginjal melalui paparan partikel udara yang terkontaminasi urine, air liur, maupun kotoran tikus yang terinfeksi.


Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Bethsaida Hospital, dr. Rio Yansen Cikutra, Sp.PD menjelaskan bahwa penularan virus dapat terjadi saat seseorang menghirup debu atau udara yang telah tercemar partikel dari hewan pengerat, termasuk melalui kontak langsung dengan sarang tikus atau permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh area wajah seperti mata, hidung, dan mulut.


Secara medis, infeksi virus hanta dapat berkembang menjadi dua kondisi utama, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang berdampak pada ginjal dan pembuluh darah. Gejala awal umumnya berupa demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, hingga gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare. Pada fase lanjutan, penderita dapat mengalami batuk berat, sesak napas akut akibat penumpukan cairan di paru-paru, penurunan tekanan darah, hingga gangguan fungsi ginjal yang berpotensi mengancam jiwa.


Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi risiko paparan hewan pengerat dengan menutup celah rumah, membersihkan area tertutup menggunakan metode pel basah agar debu tidak beterbangan, serta memastikan sanitasi dan pengelolaan sampah berjalan baik. Kelompok dengan aktivitas tinggi di area terbuka seperti pekerja pertanian, perkebunan, maupun pecinta kegiatan alam bebas dinilai memiliki risiko lebih besar terhadap paparan virus ini.


Tenaga medis juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam tinggi disertai nyeri otot hebat setelah berada di lingkungan yang berpotensi terkontaminasi tikus. Penanganan medis yang cepat dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serius akibat infeksi virus hanta.

[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait