PusakoNews.com, Moskow - Sebuah serangan drone yang diduga diluncurkan oleh Ukraina menghantam gedung apartemen mewah di Moskow pada Senin dini hari, menyebabkan kerusakan signifikan pada bagian fasad bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Serangan ini menjadi yang ketiga kalinya secara berturut-turut ibu kota Rusia menjadi target pesawat tak berawak dalam beberapa hari terakhir, menjelang peringatan Hari Kemenangan pada 9 Mei. Perayaan tahun ini direncanakan berlangsung lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Rekaman video yang beredar di media sosial, meski belum terverifikasi, memperlihatkan petugas pemadam kebakaran memasuki unit apartemen yang mengalami kerusakan parah, dengan jendela pecah serta puing-puing berserakan. Video lain menunjukkan sisa-sisa drone di area jalan sekitar lokasi kejadian.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menyatakan bahwa dua drone lainnya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara. Sementara itu, operasional dua bandara utama, Bandara Vnukovo dan Bandara Domodedovo, sempat dihentikan sementara sepanjang malam.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa sebanyak 117 rudal berhasil dicegat di berbagai wilayah antara Minggu hingga Senin. Dari jumlah tersebut, 60 rudal diarahkan ke wilayah St. Petersburg dalam serangan yang oleh Gubernur Aleksandr Drodzhenko disebut sebagai serangan “besar-besaran”.
Lokasi gedung yang menjadi sasaran berada di kawasan elit barat daya Moskow, kurang dari 10 kilometer dari Kremlin dan Lapangan Merah, yang akan menjadi pusat parade militer pada akhir pekan ini.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, serangan drone ke Moskow telah terjadi berulang kali. Meski sebagian besar berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara Pantsir-S, serangan yang mencapai pusat kota tergolong jarang.
Menjelang peringatan Hari Kemenangan, pemerintah Rusia mengumumkan pengurangan skala parade militer di Lapangan Merah dengan alasan ancaman keamanan. Untuk pertama kalinya sejak 2008, parade tersebut tidak akan menampilkan kendaraan lapis baja maupun sistem rudal.
Pada Senin, Rusia juga secara sepihak mengumumkan rencana gencatan senjata pada 8–9 Mei guna mengamankan perayaan. Namun, Kementerian Pertahanan Rusia memperingatkan akan melakukan serangan balasan besar jika Ukraina mencoba mengganggu jalannya peringatan tersebut.
Pembatasan tambahan juga diberlakukan, termasuk rencana pembatasan internet seluler di Moskow selama sebagian besar pekan depan demi alasan keamanan, sebagaimana dilaporkan media lokal.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menilai langkah Rusia menunjukkan kekhawatiran terhadap potensi serangan drone di pusat kota. Ia juga menolak gagasan gencatan senjata satu hari sebagai tidak serius dan menyatakan bahwa Ukraina belum menerima proposal resmi dari Moskow. Ukraina, menurutnya, tetap berpegang pada rencana gencatan senjata sendiri yang dimulai pada malam 5–6 Mei.
Komentar