Pizza Leleh Keju - R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Pentagon Dituding Tutupi Dampak Serangan Iran, Tapi Semua Sekarang Terungkap!

Geopolitics
Terkuak! Kerusakan Pangkalan AS Akibat Serangan Iran Diduga Disembunyikan
Gambar ini menunjukkan kerusakan total pesawat E-3G “Sentry” Airborne Early Warning and Control (AEW&C) bernomor seri 81-0005, yang dihantam serangan rudal balistik dan drone Iran
Gambar ini menunjukkan kerusakan total pesawat E-3G “Sentry” Airborne Early Warning and Control (AEW&C) bernomor seri 81-0005, yang dihantam serangan rudal balistik dan drone Iran
Sesuaikan Ukuran Baca
572
iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Tehran - Serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah dilaporkan semakin meluas, dengan jumlah lokasi yang terdampak terus bertambah. Pemerintah AS mengakui adanya serangan di sejumlah negara, meski skala kerusakan yang terjadi diduga lebih besar dibandingkan yang disampaikan secara resmi.


Serangan ini terjadi setelah operasi militer AS bertajuk Operasi Epic Fury pada 28 Februari. Beberapa jam kemudian, Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan berbagai fasilitas militer AS di kawasan tersebut. Sumber militer Iran menyebut lebih dari selusin pangkalan menjadi sasaran, sementara pejabat AS mengonfirmasi adanya peningkatan jumlah lokasi yang diserang.


Sejumlah laporan media internasional menyebutkan kerusakan yang dialami fasilitas militer AS berpotensi mencapai miliaran dolar. Target serangan mencakup gudang logistik, pusat komando, hanggar pesawat, landasan pacu, sistem radar, hingga infrastruktur komunikasi satelit serta sejumlah pesawat tempur.


Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi menjadi salah satu titik serangan utama. Serangan rudal dan drone pada 27 Maret dilaporkan melukai sedikitnya 12 personel AS, termasuk dua dalam kondisi serius, serta merusak sejumlah pesawat, termasuk pesawat pengisian bahan bakar dan sistem peringatan dini udara (AWACS) jenis E-3 Sentry.


Selain itu, laporan menyebut kerusakan juga terjadi pada aset bernilai tinggi seperti jet tempur F-35 dan sistem pengawasan udara. Iran juga mengklaim telah menghancurkan sejumlah peralatan militer penting milik AS, meski belum seluruhnya dikonfirmasi secara resmi oleh Komando Pusat AS (CENTCOM).


Upaya pembatasan informasi turut dilakukan, termasuk penangguhan sementara publikasi citra satelit oleh sejumlah perusahaan berbasis di AS atas permintaan pemerintah, guna mencegah pemanfaatan oleh pihak yang dianggap bermusuhan.


Hingga akhir Maret, korban di pihak AS dilaporkan mencapai 13 orang tewas dan lebih dari 300 personel mengalami luka-luka akibat serangan di berbagai lokasi.

Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Media Iran menampilkan citra satelit pesawat AWACS E-3G Sentry Angkatan Udara AS yang hancur di Pangkalan Udara Pangeran Sultan Arab Saudi sebelum dan sesudah serangan Iran
Media Iran menampilkan citra satelit pesawat AWACS E-3G Sentry Angkatan Udara AS yang hancur di Pangkalan Udara Pangeran Sultan Arab Saudi sebelum dan sesudah serangan Iran

Iran terus memperluas cakupan serangan ke berbagai titik strategis, termasuk di Kuwait, Bahrain, Irak, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania.


Target yang disasar mencakup pangkalan udara, instalasi angkatan laut, serta fasilitas militer lain yang dinilai krusial bagi operasi AS di kawasan.


Secara keseluruhan, AS diketahui mengoperasikan sekitar 20 pangkalan militer di Timur Tengah, dengan total penempatan pasukan mencapai lebih dari 50.000 personel. Pangkalan-pangkalan tersebut tersebar di sejumlah negara dan berperan penting dalam mendukung operasi militer AS di kawasan.


Serangan Iran disebut berfokus pada pelemahan kemampuan udara dan sistem pertahanan AS, termasuk radar dan instalasi pertahanan rudal. Seluruh pangkalan AS di kawasan tersebut bahkan telah dinyatakan sebagai target sah oleh militer Iran.


Situasi ini menunjukkan eskalasi konflik yang signifikan di Timur Tengah, dengan dampak yang terus berkembang baik dari sisi militer maupun stabilitas kawasan.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait