Pizza Leleh Keju - R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Invasi Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Jadi Indikasi Kualitas Air Memburuk!

Environmental
BRIN Buka Suara! Ledakan Ikan Sapu-Sapu Jadi Indikator Lingkungan Tercemar
Ilustrasi: Invasi Ikan Sapu-Sapu yang Makin Tak Terkendali.
©PusakoNews.com/red
Ilustrasi: Invasi Ikan Sapu-Sapu yang Makin Tak Terkendali. ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
640
iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Fenomena meningkatnya populasi ikan sapu-sapu di sejumlah perairan Jakarta menjadi perhatian serius para peneliti. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai lonjakan jumlah ikan invasif tersebut merupakan indikator menurunnya kualitas air di wilayah tersebut.


Peneliti BRIN, Gema Wahyu Dewantoro, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu mampu berkembang biak dengan sangat cepat dan memiliki daya tahan tinggi terhadap lingkungan tercemar. Kondisi ini membuat spesies tersebut justru mendominasi perairan yang kualitasnya menurun, sekaligus menyingkirkan ikan-ikan lokal.


“Ikan sapu-sapu cenderung berkembang pesat di perairan yang telah mengalami penurunan kualitas,” demikian inti temuan yang disampaikan dalam kajian tersebut.


Selain berdampak pada keseimbangan ekosistem, keberadaan ikan ini juga menimbulkan kekhawatiran dari sisi kesehatan. Kandungan logam berat yang diduga terdapat dalam tubuh ikan sapu-sapu membuatnya tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi secara rutin, terutama jika berasal dari perairan tercemar.


Dari sisi ekologi, spesies ini tergolong invasif karena mampu menggeser populasi ikan asli. Dalam satu siklus reproduksi, seekor induk betina dapat menghasilkan hingga puluhan ribu telur dengan tingkat keberhasilan menetas yang sangat tinggi, sehingga mempercepat lonjakan populasi di alam.


Para ahli menilai, ledakan populasi ini juga dipicu oleh minimnya predator alami di sungai-sungai Jakarta. Akibatnya, ikan sapu-sapu berkembang tanpa kendali dan semakin memperburuk kondisi ekosistem perairan.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, diperlukan langkah terpadu yang mencakup pencegahan, penangkapan terarah, hingga pengendalian biologis. Selain itu, pemerintah daerah didorong untuk memperketat pengawasan perdagangan ikan hias serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melepas spesies ini ke perairan umum.


BRIN menegaskan bahwa fenomena ini bukan sekadar masalah keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa kualitas lingkungan perairan Jakarta tengah mengalami tekanan serius dan membutuhkan penanganan segera.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait