Amazon Akuisisi Globalstar Senilai Rp180 Triliun untuk Perkuat Bisnis Internet Satelit dan Tantang Dominasi Starlink

Rp180 Triliun Digelontorkan! Amazon Siap Saingi Starlink Elon Musk
Amazon mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi perusahaan komunikasi satelit Globalstar.
©PusakoNews.com/reuters
Amazon mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi perusahaan komunikasi satelit Globalstar. ©PusakoNews.com/reuters
Sesuaikan Ukuran Baca
698

PusakoNews.com, Seattle - Amazon mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi perusahaan komunikasi satelit Globalstar dengan nilai transaksi sekitar USD 11,57 miliar (Rp180 Triliun). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat bisnis internet berbasis satelit sekaligus mengejar ketertinggalan dari layanan Starlink milik SpaceX.


Melalui akuisisi tersebut, Amazon akan memperoleh akses ke jaringan satelit Globalstar yang saat ini mengoperasikan sekitar dua lusin satelit di orbit rendah Bumi. Integrasi ini akan melengkapi jaringan Amazon yang telah memiliki lebih dari 200 satelit dan tengah dikembangkan secara agresif.


Amazon menargetkan pembangunan konstelasi sekitar 3.200 satelit hingga tahun 2029, dengan sebagian besar harus sudah mengorbit sesuai tenggat regulasi. Perusahaan juga bersiap meluncurkan layanan internet satelit komersialnya dalam waktu dekat.


Globalstar dikenal dengan teknologi komunikasi satelit langsung ke perangkat (direct-to-device/D2D), yang memungkinkan konektivitas data berkapasitas rendah tanpa bergantung pada menara seluler. Teknologi ini dinilai penting untuk layanan darurat dan wilayah dengan keterbatasan jaringan komunikasi. Akuisisi ini akan mempercepat rencana Amazon untuk menghadirkan layanan D2D mulai tahun 2028.


Di sisi lain, Starlink masih mendominasi pasar dengan lebih dari 10.000 satelit dan jutaan pengguna secara global. Akuisisi Globalstar dinilai sebagai langkah krusial bagi Amazon untuk memperkuat posisi spektrum dan mempercepat pengembangan layanan agar dapat bersaing secara langsung.


Kesepakatan ini juga mencakup kelanjutan kerja sama Globalstar dengan Apple, yang menggunakan jaringan satelit perusahaan tersebut untuk fitur komunikasi darurat pada perangkat iPhone dan Apple Watch. Investasi Apple sebelumnya, termasuk kepemilikan saham sekitar 20% di Globalstar, tetap tidak berubah.


Dalam skema transaksi, pemegang saham Globalstar dapat memilih kompensasi berupa tunai sebesar USD 90 per saham atau kombinasi saham Amazon. Nilai akhir transaksi dapat berfluktuasi mengikuti pergerakan harga saham hingga proses penutupan selesai.


Akuisisi ini masih menunggu persetujuan regulator, termasuk dari Federal Communications Commission (FCC), dan ditargetkan rampung pada tahun 2027 setelah seluruh persyaratan terpenuhi.


Langkah Amazon ini menegaskan meningkatnya persaingan dalam industri internet satelit global yang tengah berkembang pesat, seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas di wilayah terpencil, layanan darurat, hingga sektor transportasi dan militer.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait