Astronaut Artemis II NASA Berhasil Kembali ke Bumi Usai Misi Bersejarah Mengitari Bulan

Setelah 50 Tahun, Manusia Kembali dari Bulan—Artemis II Pecahkan Rekor!
Detik-Detik Menegangkan! Astronaut Artemis II Tembus Atmosfer dan Selamat
©PusakoNews.com/red
Detik-Detik Menegangkan! Astronaut Artemis II Tembus Atmosfer dan Selamat ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
661

PusakoNews.com, Washington - Empat astronaut dalam misi Artemis II milik NASA berhasil kembali ke Bumi dengan selamat setelah menyelesaikan perjalanan bersejarah mengitari Bulan. Kapsul antariksa Orion yang mereka tumpangi mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai California Selatan, menandai berakhirnya misi berdurasi sekitar 10 hari.


Misi ini menjadi tonggak penting karena merupakan penerbangan berawak pertama manusia ke sekitar Bulan dalam lebih dari lima dekade sejak era Apollo. Selama perjalanan, kapsul Orion menempuh jarak lebih dari 694.000 mil dan melakukan lintasan dekat Bulan hingga sekitar 4.000 mil dari permukaannya.


Awak misi terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen. Mereka mencatat sejumlah pencapaian penting, termasuk penerbangan manusia terjauh dari Bumi dengan jarak maksimum mencapai 252.756 mil. Misi ini juga menorehkan sejarah dengan keikutsertaan perempuan pertama, astronaut kulit hitam pertama, serta astronaut non-Amerika pertama dalam penerbangan ke sekitar Bulan.


Selama fase kembali ke Bumi, kapsul Orion menghadapi kondisi ekstrem saat memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi dan suhu panas akibat gesekan udara. Sistem pelindung panas dan teknologi wahana berhasil diuji secara menyeluruh dalam kondisi tersebut, memastikan keselamatan kru hingga proses pendaratan.


Setelah mendarat, para astronaut segera dievakuasi dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis oleh tim penyelamat Angkatan Laut Amerika Serikat.


Misi Artemis II merupakan uji terbang berawak pertama dalam program Artemis dan menjadi langkah krusial menuju rencana pendaratan manusia kembali di Bulan dalam beberapa tahun ke depan. Keberhasilan ini juga memperkuat kesiapan teknologi dan kerja sama internasional dalam eksplorasi luar angkasa yang lebih jauh, termasuk misi ke Mars di masa mendatang.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait