PusakoNews.com, Washington - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati peningkatan hubungan bilateral di sektor pertahanan menjadi kemitraan strategis yang lebih komprehensif. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang berlangsung di Pentagon, Amerika Serikat.
Kesepakatan ini menandai penguatan hubungan pertahanan kedua negara melalui pembentukan Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (Major Defense Cooperation Partnership), di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam kerja sama tersebut, kedua negara akan memperluas kolaborasi di berbagai bidang strategis, meliputi modernisasi alat utama sistem persenjataan, peningkatan kapasitas pertahanan, pendidikan dan pelatihan militer profesional, serta penguatan kerja sama operasional.
Selain itu, Indonesia dan Amerika Serikat juga sepakat meningkatkan intensitas serta kompleksitas latihan militer bersama, baik secara bilateral maupun multilateral. Salah satu bentuk konkret kerja sama ini adalah partisipasi dalam latihan gabungan seperti Super Garuda Shield yang bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan kesiapsiagaan pasukan.
Kedua pihak menegaskan bahwa hubungan pertahanan Indonesia–Amerika Serikat merupakan kemitraan penting yang terus berkembang dan berlandaskan prinsip saling menghormati kedaulatan, kepentingan bersama, serta komitmen menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan Indo-Pasifik.
Kesepakatan ini juga mencerminkan kesinambungan hubungan bilateral yang telah terjalin selama beberapa dekade, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan strategis global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional.
[PusakoNews.com/red]
Komentar