PusakoNews.com, Jakarta - Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya terbaru melalui film horor berjudul Ain yang resmi merilis trailer dan poster jelang penayangan di bioskop pada 7 Mei 2026. Film produksi MVP Pictures bersama Manara Studios ini mengusung genre body horror, yang masih jarang diangkat di perfilman nasional.
Mengangkat isu sosial yang relevan, Ain menyoroti fenomena budaya flexing atau pamer gaya hidup di media sosial yang kerap memicu rasa iri di tengah masyarakat. Film ini menghadirkan pendekatan berbeda dengan memadukan horor psikologis dan perubahan fisik ekstrem sebagai elemen utama cerita.
Cerita berpusat pada Joy, seorang beauty influencer yang dikenal dengan kehidupan glamor dan popularitasnya di dunia digital. Namun, kehidupannya berubah drastis ketika ia mengalami perubahan fisik mengerikan yang tidak dapat dijelaskan secara medis. Kondisi tersebut kemudian dikaitkan dengan fenomena “ain”, yakni gangguan yang diyakini muncul akibat pandangan iri atau kekaguman berlebihan dari orang lain.
Dalam alur cerita, sahabat dekat Joy menjadi pihak pertama yang menyadari kejanggalan tersebut dan berupaya mengungkap penyebab di balik perubahan yang dialami. Film ini menempatkan “ain” sebagai simbol energi negatif yang lahir dari perilaku pamer dan dampaknya terhadap kehidupan seseorang.
Sutradara Archie Hekagery mengungkapkan bahwa film ini terinspirasi dari berbagai kejadian nyata yang ditemukan melalui riset, termasuk fenomena perubahan fisik yang sulit dijelaskan secara logika. Ia menilai kebiasaan flexing di media sosial dapat memicu konsekuensi psikologis hingga mistis yang menjadi dasar cerita film ini.
Film Ain dibintangi oleh Fergie Brittany sebagai tokoh utama, serta didukung oleh Putri Ayudya, Bara Valentino, Denira Wiraguna, dan Yatti Surachman. Kehadiran para pemain lintas generasi ini diharapkan mampu memperkuat nuansa emosional sekaligus ketegangan dalam cerita.
Tak hanya menyasar pasar domestik, film ini juga menarik perhatian internasional. Permintaan penayangan dari sejumlah negara Asia hingga Rusia bahkan muncul sebelum publikasi materi promosi secara luas, menandakan bahwa konsep “ain” atau evil eye memiliki daya tarik global.
Melalui pendekatan yang berbeda dari film horor pada umumnya, Ain tidak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga menjadi refleksi atas fenomena sosial di era digital, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga sikap rendah hati di tengah budaya pamer yang kian marak.
[PusakoNews.com/red]








Komentar